skip to Main Content
5 Detail Desain Interior Tradisional Yang Wajib Ada

5 Detail Desain Interior Tradisional yang Wajib Ada

Desain gaya tradisional memiliki karakter dan ciri khas yang tidak pernah pudar dimakan waktu, bahkan hingga saat ini. Tanpa adanya karakter dan ciri khas berikut ini, hunian bergaya tradisional milik Teman Narasi akan terkesan membosankan dan cenderung terlihat biasa saja. Apa saja sih karakter dan ciri khas gaya tradisional yang wajib untuk tetap ada di ruangan? Yuk kita simak bersama-sama!

1. Pola Bunga

Pada desain tradisional, ukiran-ukiran kayu berbentuk bunga pada kusen pintu atau furnitur menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh desain yang satu ini. Tak hanya pada material kayu yang diaplikasikan pada berbagai bagian di rumah, pola ini juga biasanya digunakan pada lantai atau juga dinding. Pola bunga atau tumbuhan memiliki kesan natural yang seolah-olah menyatu dengan alam, yang mampu menghadirkan suasana seperti di pedesaan. Selain pola bunga, pola daun juga bisa menjadi alternatif.

2. Pola Melengkung

Berlawanan dengan gaya modern dan kontemporer yang memiliki karakter dan ciri khas pola garis lurus dan tajam, gaya tradisional menggunakan pola melengkung dan halus. Pola ini merupakan perkembangan dari pola bunga atau tumbuhan.

Desain tradisional didominasi oleh pola melengkung
Desain tradisional didominasi oleh pola melengkung

3. Kesan Bersahaja

Dari hanya melihat sekejap saja, Teman Narasi bisa merasakan kalau desain rumah tradisional memiliki kesan yang “dewasa” namun sangat bersahaja dan menggambarkan kesederhanaan. Karakternya yang bersahaja ini bisa Teman Narasi hadirkan dari pilihan warna-warna yang halus dengan dominasi warna alami. 

Warna alami seperti warna coklat adalah yang paling banyak digunakan pada desain ini. Namun Teman Narasi juga tetap bisa menggunakan warna-warna kesukaan Teman Narasi selama warna tersebut tidak terlalu mencolok atau terkesan berdiri sendiri sehingga tidak menyatu dengan keseluruhan dekorasi ruangan.  

Desain tradisional memiliki nuansa bersahaja karena didominasi warna cokelat dan tumbuhan

4. Berpasangan

Dengan membawa nilai konvensional, pada desain rumah tradisional biasanya Teman Narasi akan menemukan pola berpasangan pada detail ruangan. Seperti misalnya pintu dengan dua bukaan, jendela pada sisi kanan dan kiri secara simetris, atau tiang konstruksi yang diletakkan berdampingan.

Bahkan hiasan ruangan berupa patung Loro Blonyo yang juga berbentuk sepasang laki-laki dan perempuan berpakaian adat Jawa juga bisa diletakkan di dalam ruangan. Selain cantik dan klasik, dekorasi seperti ini juga akan dapat sekaligus memamerkan keragaman budaya Indonesia yang kental di dalam ruangan.

5. Furnitur Daur Ulang

Untuk menambahkan kesan etnik dan rusty, biasanya desain tradisional juga menggunakan furnitur bekas yang didaur ulang dengan memperbaiki beberapa bagian  yang rusak saja. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai sebuah furnitur kuno pada zaman tertentu. Namun tentunya Teman Narasi tetap bisa menggunakan furnitur baru apabila desainnya memungkinkan. 

Desain tradisonal terkadang menggunakan furnitur daur ulang seperti penumbuk padi untuk memberikan kesan rustic
Desain tradisonal terkadang menggunakan furnitur daur ulang seperti penumbuk padi untuk memberikan kesan rustic

Desain interior tradisional memang memiliki keunikan, bahkan kerumitan tersendiri, namun jika Teman Narasi memiliki desain yang tepat maka hunian Teman Narasi akan terlihat bersahaja indah, dan tentunya dapat menampilkan kesederhanaan yang sarat akan unsur alam dan budaya. Yuk langsung saja diskusikan rencana mendesain rumah tradisional Teman Narasi bersama tim Narasi Design! 

Penulis: Wisesa Wirayuda
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber : media.roang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top