skip to Main Content
5 Fakta Menarik Tentang Desain Interior Shabby Chic

5 Fakta Menarik Tentang Desain Interior Shabby Chic

Dalam dunia interior, konsep desain interior vintage ternyata memiliki banyak aliran, salah satunya adalah shabby chic. Mungkin Teman Narasi sering menjumpai ornamen dekorasi rumah, furnitur, dan lainnya yang terlihat kuno, tetapi tidak dapat membedakan mana yang rustic dan mana yang shabby chic. Nah, berikut adalah 5 fakta menarik soal karakteristik desain interior shabby chic yang perlu diketahui, supaya kedepannya Teman Narasi tidak bingung lagi! 

1. Asal usul interior shabby chic

Ruang makan yang terinspirasi dari interior country home Inggris tahun 1900-an - source: housebeautiful.com
Ruang makan yang terinspirasi dari interior country home Inggris tahun 1900-an – source: housebeautiful.com

Interior bergaya shabby chic berawal di Inggris pada tahun 1900-an ketika pemilik rumah di pedesaan mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu membeli kebutuhan rumah tangga. Furnitur dan barang-barang rumah lainnya saat itu juga dibiarkan menua dan tidak pernah diganti. Namun, gaya dekorasi rumah yang kumuh ini justru menjadi populer di tahun 1980-an ketika kelas menengah atas mulai mengaplikasikannya ke dalam desain interior hunian. Bahkan, sampai sekarang pesona interior shabby chic pun masih menarik perhatian banyak orang. 

2. Asal usul kata shabby chic

Kata ‘shabby’ dan ‘chic’ memiliki arti yang bertolak belakang lho, Teman Narasi. ‘Shabby’ berarti lusuh, usang, atau kumal, sedangnya ‘chic’ berarti cantik dan elok. So, walaupun elemen utama desain interior bergaya shabby chic terlihat usang, penuh goresan, warna yang pudar, dan cat terkelupas, interior satu ini tetap terlihat cantik, unik dan antik.

3. Bersifat feminin

Inspirasi ruang tamu bergaya shabby chic - source: occasionstosavor.com
Inspirasi ruang tamu bergaya shabby chic – source: occasionstosavor.com

Warna yang lembut, motif bunga-bunga kecil, dan dekorasi ruangan berupa bunga segar merupakan beberapa karakteristik yang menjadikan desain interior shabby chic sebagai desain interior yang feminin dan anggun. Tidak heran jika banyak kaum hawa yang menggandrungi desain interior satu ini. 

 4. Memiliki tampilan yang ‘worn out

Furnitur yang tampak usang tetapi tetap terlihat unik dan antik - source: ringlogie.com
Furnitur yang tampak usang tetapi tetap terlihat unik dan antik – source: ringlogie.com

Interior bergaya shabby chic biasanya menggunakan furnitur dan ornamen dekorasi dengan tampilan yang lusuh namun tetap menciptakan interior yang menarik secara visual. Meja dan kursi kayu atau logam dengan goresan, lemari dengan permukaan yang kasar dan terkelupas adalah beberapa contoh elemen yang identik dengan desain interior shabby chic.

5. Slipcovers dan patina adalah 2 contoh ornamen bergaya shabby chic

Sofa dengan slipcovers ala interior shabby chic - source: pinterest.com
Sofa dengan slipcovers ala interior shabby chic – source: pinterest.com

Salah satu unsur yang dapat mendefinisikan desain interior bergaya shabby chic adalah slipcovers atau pelapis furnitur. Slipcovers biasanya digunakan untuk melapisi sofa atau kursi. Mengingat kenyamanan adalah salah satu kunci penting dalam interior ini, Teman Narasi wajib memilih jenis kain yang lembut dan nyaman seperti katun atau linen. Selain itu, perhatikan juga pemilihan warnanya.  Usahakan memilih warna yang lembut seperti putih, krem, atau pink muda. Slipcovers bergaya shabby chic juga biasanya bermotif bunga-bunga kecil dan memiliki unsur renda sebagai pemanis. Selain slipcovers, biasanya hunian bergaya shabby chic juga penuh dengan tekstur, seperti permukaan meja makan kayu yang tidak diberi finishing. Furnitur dengan motif patina atau noda warna pada permukaan furnitur yang terbuat dari perunggu, tembaga, dan logam juga merupakan pilihan yang tepat.

Furnitur dengan motif patina - source: pinterest.com
Furnitur dengan motif patina – source: pinterest.com

Nah, itu dia 5 fakta menarik dari desain interior shabby chic, yang semoga dapat menambah pengetahuan Teman Narasi, ya! As always, selamat berkreasi dan happy living!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
ruparupa.com,
voireproject.com,
thealmamarket.co.uk,
arsitag.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top