skip to Main Content
5 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Desain Scandinavian

5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Desain Scandinavian

Desain rumah scandinavian memang menarik untuk dipilih dan diaplikasikan di rumah, tapi sebelum memilih, ada baiknya Teman Narasi ketahui lima hal penting tentang desain yang satu ini sebelum memutuskan untuk mengaplikasikannya di rumah.

Desain scandinavian pertama kali muncul di Swedia, Irlandia, Finlandia, dan beberapa negara Nordik lainnya. Tampilannya yang mirip dengan desain minimalis mampu menarik perhatian banyak orang dari masa ke masa, sehingga mampu tetap eksis hingga saat ini. Bedanya, desain scandinavian tidak se-polos desain minimalis karena desain interior scandinavian mencakup beberapa warna di luar warna netral, yang membuat ruangan tidak hanya terlihat tenang, namun juga tampak lebih hidup. 

Teman Narasi mulai tertarik untuk menggunakan desain interior scandinavian atau furnitur scandinavian? Tunggu dulu. Yuk langsung saja simak lima hal tentang desain scandinavian berikut ini agarTeman Narasi merasa lebih mantap memilih konsep desain favorit ini!

1. Lima Elemen Utama yang Tidak Boleh Dilewatkan

Elemen yang tidak boleh dilewatkan pada desain Scandinavian - source: unsplash.com
Elemen yang tidak boleh dilewatkan pada desain Scandinavian – source: unsplash.com

Ada lima elemen utama dalam desain scandinavian, yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari desain interior maupun furnitur scandinavian. Kelima elemen tersebut adalah garis simple, ke-minimalis-an, kebersihan, fungsionalitas, dan kecantikan. Hal yang menyenangkan secara visual pada konsep desain rumah scandinavian adalah kerapian atau kondisi ruang yang bebas dari kesan berantakan. Kerapian tersebut terlihat dari terpenuhinya kelima elemen utama tadi. Dengan adanya lima elemen utama itu, desain scandinavian menjadi desain yang minimalis, namun tetap estetis. 

Sisi minimalis akan dapat diperolehi dari bentuk furnitur scandinavian yang memiliki kerangka berupa garis simple, penggunaan warna netral, dan jumlah furnitur serta aksesoris yang terbatas karena mengutamakan fungsionalitas, dan tidak hanya sekedar bentuk yang cantik. Nah, kecantikan visual atau estetika ruang muncul dari minimalisme yang tercapai, yang kemudian disempurnakan dengan kehadiran beberapa warna khas desain scandinavian. 

2. Didominasi oleh Warna-warna Ciri Khas Desain Scandinavian

Desain Scandinavian memiliki warna ciri khas yang membuatnya unik - source: unsplash.com
Desain Scandinavian memiliki warna ciri khas yang membuatnya unik – source: unsplash.com

Kalau desain minimalis hanya menggunakan warna netral dan monokrom seperti warna putih, hitam, abu-abu, dan cream, desain scandinavian memiliki sejumlah warna khas lainnya. Ada warna navy blue, yellow mustard, dusty pink, warm tone, dan greyish blue. Di luar warna-warna tersebut, warna lain bisa digunakan dalam konsep desain interior scandinavian, tapi warna yang cocok untuk desain scandinavian adalah warna yang warm dan deep atau tidak mencolok mata. 

Warna dominan yang digunakan dalam desain rumah scandinavian adalah bright white. Sebagai “pemanis”, warna-warna warm tadi digunakan untuk aksesoris atau dekorasi ruangan. Contohnya, di sebuah ruangan dengan desain interior scandinavian, tempatkan sofa dengan pelapis berwarna light grey dan di atasnya diletakkan cushion polos berwarna yellow mustard dan navy blue. Lalu, di bawah meja berkerangka kayu dengan top table marmer putih, pasang karpet bermotif dengan paduan warna dusty pink dan abu-abu. Selain warna warm, ada warna yang termasuk pop up color dan menjadi keunikan desain rumah scandinavian, yaitu turquoise. Warna turquoise kerap digunakan sebagai gorden di konsep desain interior scandinavian yang didominasi warna putih. 

3. Keberadaan Unsur Alam yang Menyempurnakan

Penggunaan unsur alam pada desain Scandinavian - source: unsplash.com
Penggunaan unsur alam pada desain Scandinavian – source: unsplash.com

Unsur alam yang muncul dalam desain interior scandinavian banyak ditemukan pada furnitur scandinavian untuk mendukung elemen kebersihan dan kecantikan. Beberapa unsur alam yang kerap diaplikasikan dalam desain interior scandinavian maupun furnitur scandinavian adalah kayu, batu bata, marmer, granit, dan jenis batuan lainnya. 

Kayu merupakan pilihan favorit untuk lantai di ruangan dengan desain interior scandinavian. Lantai kayu akan memberikan kehangatan dengan memasang penghangat ruangan yang ditempatkan di bawah lantai kayu, sehingga tepat digunakan di negara-negara Nordik yang memiliki musim dingin. Meskipun begitu, jika Teman Narasi ingin memakai lantai kayu, hal tersebut juga sudah lumrah diterapkan di Indonesia, tentunya dengan beberapa penyesuaian dengan musim di Indonesia. Warna lantai kayu yang cocok untuk desain scandinavian adalah warna cerah, seperti cokelat kekuningan. Lalu, material kayu juga biasa digunakan sebagai kerangka furnitur scandinavian yang desainnya minimalis dengan garis-garis sederhana, dipadukan dengan pelapis berbahan lembut dan nyaman seperti linen dan wol untuk kursi, lalu marmer putih ataupun hitam untuk top table. Unsur alam dalam material-material tersebut memberikan keseimbangan pada ruangan agar tidak terlihat dan terasa terlalu dingin dan kaku. 

4. Desain yang Memberikan Rasa Tenang dan Nyaman 

Desain Scandinavian kian populer karena dapat memberikan rasa tenang dan nyaman - source: lacasadefreja.com
Desain Scandinavian kian populer karena dapat memberikan rasa tenang dan nyaman – source: lacasadefreja.com

Desain interior scandinavian memiliki gaya desain spesifik, yang menawarkan tampilan rapi dan terang. Tampilan tersebut memberikan ketenangan dan kenyamanan, dua hal yang sering kali sulit didapatkan dalam kesibukan sehari-hari, padahal suasana tenang dan nyaman adalah hal yang penting untuk kesehatan jiwa dan raga. Karena itu, faktor dari luar diri pun dibutuhkan untuk mendapatkan dua unsur tersebut, salah satunya adalah dengan mengaplikasikan desain interior scandinavian di rumah. 

Jika Teman Narasi mencari tempat yang nyaman sepulang kerja, mendesain ulang ruangan dengan desain scandinavian adalah pilihan tepat karena ruangan berdesain interior scandinavian memiliki furnitur yang sederhana dan efisien, sehingga membuat ruangan akan tampak lebih lega. Selain itu, warna netral dan cerah serta unsur garis halus pada dinding, lantai, aksesori, dan furnitur scandinavian menjadi unsur yang menampilkan kesan rapi, yang secara psikologis mampu memberikan ketenangan dan mengesampingkan pikiran yang ‘ruwet’. Di tengah dunia kerja yang semakin banyak tuntutan dan kehidupan yang banyak tantangan, desain interior scandinavian ternyata bisa jadi “penolong” untuk menyeimbangkan hidup. Alasan itulah yang membuat desain scandinavian banyak dipilih, sehingga menjadi populer bahkan hingga saat ini. 

5. Desain yang Tidak Ketinggalan Zaman 

Desain interior Scandinavian - source: pinterest.com
Desain interior Scandinavian – source: pinterest.com

Mengubah-ubah desain interior ruangan bukanlah hal yang membutuhkan biaya murah. Karenanya, Teman Narasi bisa memilih desain yang timeless, seperti desain interior scandinavian. Alasan kenapa desain tersebut tidak akan kadaluarsa adalah karena konsep dasar yang digunakan desain scandinavian adalah konsep minimalis. Kepolosan, kesederhanaan, dan kenetralan yang terkandung dalam desain scandinavian tidak akan membuat Teman Narasi mudah bosan karena tidak banyak aksesoris atau desain yang rumit, yang lebih cepat memunculkan rasa kelelahan ataupun kebosanan. 

Kerennya lagi, desain scandinavian yang minimalis membuat Teman Narasi lebih mudah memvariasikan posisi furnitur atau menambah serta mengurangi aksesori tanpa melakukan perombakan besar atau mengubah konsep dasar desain interior scandinavian. Dengan begitu, konsep desain interior scandinavian bisa bertahun-tahun bertahan di rumah Teman Narasi. 

Semoga kelima hal tentang desain rumah scandinavian di atas bisa menjadi bahan pertimbangan atau hal yang semakin memantapkan Teman Narasi untuk mengaplikasikan desain interior scandinavian di rumah, ya! 

Penulis: Agatha Elma Febiyaska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
apartmenttherapy.com,
thespruce.com,
contemporist.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top