skip to Main Content
5 Karakteristik Dasar Dari Desain Interior Industrial

5 Karakteristik Dasar dari Desain Interior Industrial

Konsep desain interior industrial umumnya digunakan pada interior kafe dan restoran karena identik dengan denah ruang terbuka. Tampilan lapang yang menjadi karakteristik interior industrial juga menarik perhatian kantor-kantor startup, yang kini mulai mengaplikasikan interior industrial. Ruangan yang lapang dan minim sekat akan membuat suasana kantor menjadi lebih santai dan tidak hierarkis.

Selain kafe, restoran, dan perkantoran, desain interior industrial juga mulai banyak diadaptasi dan direkomendasikan untuk bangunan residensial, seperti rumah dan apartemen. Gayanya yang minimalis, tegas, dan maskulin serta adanya perpaduan berbagai material interior menjadikan desain interior satu ini memiliki daya tarik tersendiri.

Nah, ingin tahu lebih detail mengenai karakteristik utama dari desain interior industrial? Yuk simak uraiannya di bawah ini!

1. Memiliki tampilan yang minimalis dan maskulin

Inspirasi loft atau apartemen dengan desain interior industrial - source: pinterest.com
Inspirasi loft atau apartemen dengan desain interior industrial – source: pinterest.com

Desain interior industrial memiliki tampilan yang minimalis dan maskulin, yang a ditunjukkan  beberapa material utama yang digunakan seperti logam, beton, batu-bata, dan kayu. Sebagai contoh, beton atau semen biasanya digunakan pada dinding atau lantai dan susunan batu bata yang sering dijumpai untuk pembuatan dinding. Perpaduan unik antara material kayu dan logam pada perabot, seperti meja kayu dengan aksen logam pada kaki meja, juga menjadi karakteristik utama interior industrial. Selain material interior, penggunaan warna yang cenderung gelap seperti hitam dan coklat tua juga membuat tampilan ruangan berdesain industrial tampak lebih maskulin.

Tampilan minimalis juga dapat terlihat dari perabot dan ornamen dekorasi yang memiliki tampilan yang sederhana, tidak terlalu banyak detail, dan ramping. Agar kesan minimalis dapat tercapai dengan baik, penting juga untuk memilih perabot dan ornamen dekorasi yang tidak hanya digunakan sebagai bagian dari aspek estetika saja, tetapi juga memiliki fungsi. Sebisa mungkin, pilih perabotan yang memiliki lebih dari satu fungsi, seperti sofa yang bisa dijadikan kasur lipat atau meja ruang tamu yang memiliki laci untuk menyimpan barang.

2. Memiliki tampilan yang ‘unfinished

Dinding batu bata yang diekspos merupakan ciri khas desain interior industrial - source: thespaces.com
Dinding batu bata yang diekspos merupakan ciri khas desain interior industrial – source: thespaces.com

Desain interior industrial ditandai dengan tampilan ruangan yang unfinished, atau membiarkan beberapa unsur ruangan, seperti plafon, dinding, dan lantai tampak belum selesai. Dinding batu-bata yang diekspos, konstruksi bangunan dan saluran pipa pada plafon yang dibiarkan begitu saja, menjadi visualisasi yang sangat atraktif. Memperlihatkan tampilan yang seolah-olah setengah jadi inilah yang membuat gaya interior industrial memiliki kesan yang tegas dan edgy.

3. Desain industrial lahir dari kebutuhan untuk mengonversi sebuah bangunan tua seperti pabrik

Bangunan lama bergaya industrial yang disulap menjadi office space - source:  retaildesignblog.net
Bangunan lama bergaya industrial yang disulap menjadi office spacesource:  retaildesignblog.net

Desain interior industrial lahir dan berkembang sepanjang abad ke-19. Gaya desain industrial awalnya lahir dari kebutuhan untuk mengalihfungsikan bangunan tua atau yang sudah tidak terpakai, seperti pabrik atau sebuah lumbung tua untuk dijadikan sebagai hunian atau tempat tinggal.

Tidak hanya berdiri sendiri, desain interior industrial juga dipengaruhi oleh beberapa desain interior seperti vintage dan bohemian. Sentuhan gaya vintage dan bohemian pada interior industrial biasanya hadir melalui furnitur dan ornamen dekorasi. 

4. Menggunakan material kayu atau beton sebagai flooring

Apartemen dengan desain interior industrial yang menggunakan material beton sebagai flooring - source: vintageindustrialstyle.com
Apartemen dengan desain interior industrial yang menggunakan material beton sebagai flooring – source: vintageindustrialstyle.com 

Ruangan yang mengadaptasi desain interior industrial biasanya menggunakan material kayu atau beton sebagai flooring. Lantai parket dengan kepingan kayu tersebut dapat dibuat dengan bentuk horizontal, vertikal, ataupun zigzag. Teman Narasi dapat memilih tampilan kayu yang glossy karena lantai kayu dengan tampilan yang kasar akan membuat ruangan justru terkesan rustic, bukan industrial. Pilihan alternatif lainnya yang juga selaras dengan karakteristik interior industrial adalah beton atau semen. Dengan tampilan flooring yang kasar dan banyak tambalan justru menjadi gaya unik yang dimiliki oleh jenis desain interior ini.   

5. Identik dengan konsep open space dan high ceiling

Inspirasi office space bergaya industrial dengan konsep open space dan high ceiling - source: shubindonaldson.com
Inspirasi office space bergaya industrial dengan konsep open space dan high ceiling – source: shubindonaldson.com

Konsep desain interior industrial biasanya digunakan pada ruangan yang memiliki denah open space, sehingga ruangan dibuat tanpa sekat, langit-langit dibuat lebih tinggi, dan membiarkan struktur bangunan atau susunan pipa tetap terlihat. Jika ruangan ingin dibuat menjadi 2 lantai, konsep split level dapat digunakan agar ruangan tetap terasa lapang.

Untuk Teman Narasi yang sedang mencari inspirasi desain interior kekinian untuk dijadikan tempat usaha atau bahkan hunian, desain interior industrial patut dicoba! Semoga kelima karakteristik dasar di atas dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas, agar Teman Narasi lebih yakin lagi memilih desain interior industrial. Selamat berkreasi dan happy living!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber: interiordesign.id, voireproject.com, hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top