skip to Main Content
5 Karakteristik Utama Dari Desain Interior Bergaya Vintage

5 Karakteristik Utama dari Desain Interior Bergaya Vintage

Ingin menghadirkan hunian dengan interior khas pedesaan di tengah kota? Maka konsep desain interior vintage adalah jawabannya! Dengan menata furnitur dan mendekorasi hunian dengan pilihan warna yang pas serta ornamen dekorasi antik, hunian akan terlihat natural dan suasananya pun berubah menjadi tenang dan nyaman. Nah, sebelum memulai proyek interior menarik ini, berikut 5 karakteristik hunian dengan interior vintage yang perlu Teman Narasi ketahui.

1. Menggunakan palet warna yang ringan

Untuk mendapatkan tampilan interior bergaya vintage yang kental, pilihlah warna dinding, perabot, dan ornamen lainnya dari palet warna yang ringan seperti putih, kuning gading, krem, coklat muda, dan abu-abu. Memadukannya dengan warna-warna pastel seperti pink muda, biru langit, ungu lilac, dan hijau muda juga akan menambah kesan vintage pada ruangan. 

2. Kayu menjadi material utama untuk interior

Kayu digunakan sebagai material utama interior - source: instagram.com/becky.cunningham/home
Kayu digunakan sebagai material utama interior – source: instagram.com/becky.cunningham/home

Interior bergaya vintage yang mencerminkan suasana tempo dulu biasanya dilengkapi dengan furnitur dan ornamen dekorasi berbahan kayu. Kesan vintage akan semakin terasa apabila furnitur kayu memiliki motif serat yang besar. Selain pada furnitur dan dekorasi, kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai material lantai atau untuk membuat langit-langit datar khas rumah mid-century. Ada pula hunian yang plafonnya sengaja dibiarkan terbuka sehingga memperlihatkan struktur kayu penopang yang akan membuat rumah tampak lebih luas.

3. Furnitur memiliki tampilan yang ‘belum selesai’ atau ‘sudah terpakai’

Furnitur dan ornamen dekorasi dengan un-finished dan worn out - source: instagram.com/becky.cunningham/home
Furnitur dan ornamen dekorasi dengan un-finished dan worn out – source: instagram.com/becky.cunningham/home

Salah satu karakteristik yang khas pada desain interior bergaya vintage adalah furnitur dan ornamen dekorasinya memiliki tampilan yang un-finished dan worn out (telah dipakai). Kursi kayu dengan banyak goresan, ornamen dekorasi berupa signboard dengan lapisan yang terkelupas, serta tampilan sejenis lainnya merupakan elemen pendukung yang tidak kalah penting untuk ada di konsep interior ini. Tidak hanya dekorasi, dinding di dalam hunian bergaya vintage juga biasanya dibiarkan tidak di cat sehingga menghidupkan kesan organik dan alami pada hunian.

4. Bunga adalah unsur wajib dalam dekorasi bertema vintage

Motif bunga pada wallpaper dalam hunian bergaya vintage - source: homedit.com
Motif bunga pada wallpaper dalam hunian bergaya vintage – source: homedit.com

Bukan interior vintage namanya jika tidak ada dekorasi bunga di dalamnya. Bunga di sini dapat diartikan sebagai bunga asli atau imitasi, dan juga bunga berupa motif dan pola. Bunga asli atau imitasi yang diletakkan di dalam pot kayu atau vas bunga keramik bergaya vintage akan memberikan kesan manis pada ruangan. Lalu, perabotan dengan kain pelapis bermotif bunga juga pas apabila ditata di dalam ruangan berdinding polos. Interior vintage juga akan terlihat semakin harmonis dengan meletakkan bantal atau karpet bermotif bunga atau tanaman. Selain bunga, Teman Narasi juga dapat memilih motif pelengkap seperti polkadot, kotak (checkered), atau paisley.

5. Furnitur yang digunakan biasanya terinspirasi dari model furnitur tahun 1940-an dan 1950-an

Furnitur bergaya vintage yang terinspirasi dari model furnitur tahun 1940-an dan 1950-an - source: dailymail.co.uk
Furnitur bergaya vintage yang terinspirasi dari model furnitur tahun 1940-an dan 1950-an – source: dailymail.co.uk

Furnitur pada interior bertema vintage terinspirasi dari model-model furnitur yang populer di Amerika dan Eropa pada tahun 1940-an dan 1950-an. Sofa dan kursi berbahan kain, berenda, dan bermotif bunga adalah beberapa contoh konkretnya. Selain itu, salah satu yang sempat populer pada masa itu adalah penggunaan material linoleum untuk melapisi lantai dapur.

Apakah Teman Narasi tertarik dengan ide desain interior satu ini? Dan apakah Teman Narasi mempertimbangkan untuk mengaplikasikan gaya pada hunian? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah ya! Selamat berkreasi dan happy living!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
arsitag.com,
smalldesignideas.com,
sassytownhouseliving.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top