skip to Main Content
5 Kelebihan Dan Kekurangan Dari Desain Interior Alpine

5 Kelebihan dan Kekurangan dari Desain Interior Alpine

Setiap desain pasti akan terlihat indah apabila didesain dengan baik oleh sang desainer. Namun ada beberapa hal penting lain, yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan desain, namun dapat mempengaruhi kualitas dari desain tersebut. Apabila Teman Narasi tertarik dan merasa cocok dengan desain interior gaya alpine, ada baiknya Teman Narasi menyimak beberapa hal berikut agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Penggunaan Material yang Simpel dan Tidak Berlebihan

Desain interior alpine sangat khas dan identik dengan bahan material alami seperti kayu dan batu. Hal ini bertujuan agar rumah dapat membaur dengan suasana pegunungan, yang merupakan ide awal dari hadirnya desain ini. Menambahkan terlalu banyak furnitur atau aksesoris yang tidak perlu pada interior memiliki kemungkinan untuk membuat gaya alpine gagal, sehingga tidak menghadirkan kesan tenang dan sejuk di dalam rumah. 

Desain Alpine menggunakan material yang simple dan tidak berlebihan
Desain Alpine menggunakan material yang simple dan tidak berlebihan

2. Bisa Dipadukan dengan Desain Lain

Meskipun gaya alpine cenderung terkesan kosong tanpa banyak aksesoris, bukan berarti gaya alpine tidak bisa digabungkan dengan desain lain. Desain yang paling sering dipadukan dengan desain gaya alpine adalah gaya country dan minimalis. Memakai sarung bantal dengan pola bunga khas gaya country tentunya bisa menambahkan kesan homy pada hunian gaya Alpine Teman Narasi.

3. Kurang Cocok untuk Rumah di Dataran Rendah

Gaya alpine berasal dari daerah pegunungan bersalju, maka dari itu desain ini kurang cocok jika diaplikasikan di daerah dataran rendah. Dengan jendela besar khas alpine, cuaca terik di dataran rendah tentunya akan mengganggu kenyaman Teman Narasi ketika sedang berada di dalam rumah. n Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, adalah dengan memasangkan tirai pada jendela, dan menambahkan pendingin udara di dalam ruangan.

4. Tidak Cocok untuk Rumah di Daerah Padat Penduduk

Rumah dengan desain alpine biasanya memiliki konsep keterbukaan untuk menjaga agar sirkulasi udara pegunungan di dalam rumah tetap baik. Jika konsep ini diaplikasikan di daerah padat, tentunya Teman Narasi akan kehilangan privasi dan juga ruang gerak. 

5. Cenderung Monoton

Terakhir, bagi sebagian orang gaya alpine mungkin akan terasa monoton karena memang pada kenyataannya, desain ini tidak menawarkan banyak warna-warni pada furniturnya. Namun dengan desain yang tepat, tentunya masalah ini dapat dengan mudah  diselesaikan. Silakan hubungi Narasi Design jika Teman Narasi memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait desain alpine, dan ingin mengaplikasikannya di hunian Teman Narasi.

Penulis: Wisesa Wirayuda
Editor: Renya Nuringtyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top