skip to Main Content
6 Tips Untuk Menghemat Biaya Saat Akan Merombak Desain Dapur

6 Tips untuk Menghemat Biaya Saat Akan Merombak Desain Dapur

Renovasi dapur dapat memakan biaya yang bervariasi, tergantung pada seberapa serius perbaikan yang harus dilakukan. Namun, tidak perlu khawatir, karena dengan melakukan beberapa tips di bawah ini, Teman Narasi dapat tetap mewujudkan dapur impian dengan menghemat biaya selama proses renovasi. Selamat membaca!

1. Mempersiapkan rencana detail sebelum memulai

Ilustrasi denah dapur - source: hgtv.com
Ilustrasi denah dapur – source: hgtv.com

Semakin banyak riset yang Teman Narasi lakukan, semakin kecil kemungkinan untuk berubah pikiran. Jika tidak berhati-hati, perubahan-perubahan yang terjadi di menit-menit terakhir akan meningkatkan biaya proyek renovasi dapur. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai proyek. Pertama, jika Teman Narasi ingin melakukan renovasi berskala besar, ada baiknya untuk menyewa jasa profesional untuk membantu membuat rencana desain. Desainer interior tentunya akan membantu Teman Narasi untuk mewujudkan dapur impian yang sesuai dengan anggaran, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang.

Ilustrasi pembuatan rencana anggaran renovasi dapur - source: blockrenovation.com
Ilustrasi pembuatan rencana anggaran renovasi dapur – source: blockrenovation.com

Kedua, buatlah rencana anggaran untuk menetapkan batas biaya yang akan dikeluarkan. Pastikan pula Teman Narasi memilih perabotan dan elemen interior lainnya sebelum memulai proyek, karena salah satu faktor yang membuat anggaran tidak terkendali adalah pemilik memilih produk selama renovasi berlangsung. Perabotan yang dipesan secara mendadak juga biasanya akan dikenakan biaya tambahan yang nantinya akan berpengaruh pada biaya renovasi. Lalu, apabila Teman Narasi berharap untuk menjual rumah dalam lima tahun ke depan, ada baiknya untuk membuat desain renovasi yang sederhana sehingga hanya perlu mengeluarkan biaya secukupnya. 

Ketiga, Teman Narasi juga perlu menyisihkan setidaknya 20 persen dari jumlah anggaran untuk menangani hal-hal tidak terduga. Tidak dapat dipungkiri, ada saja ‘kejutan’ yang ditemui saat merombak dapur, seperti menemukan kabel listrik yang sudah usang saat membobok dinding, menemukan bagian bawah tempat cuci piring berjamur karena air bocor, dan hal tidak mengenakkan lainnya. 

2. Memperbaiki perabotan lama

Inspirasi dapur dengan skema warna putih - source: thespruce.com
Inspirasi dapur dengan skema warna putih – source: thespruce.com

Bagi Teman Narasi yang ingin merombak dapur dengan anggaran yang ketat, memberikan tampilan yang baru pada perabotan lama adalah kuncinya. Daripada memesan lemari atau kabinet dapur baru, manfaatkan yang lama dengan memperbaiki bagian yang rusak atau mengecat ulang dengan warna baru. Mengecat ulang lemari atau kabinet lama dengan warna putih adalah pilihan baik untuk tampilan dapur yang awet dan tidak termakan zaman.

Selain lemari, untuk Teman Narasi yang memiliki dapur dengan lantai kayu, Teman Narasi cukup memolesnya saja. Untuk melindungi lantai saat proses renovasi, tempatkan pula alas yang aman supaya lantai kayu tidak tergores dan berbekas. Jika Teman Narasi ingin mengganti tampilan lantai dengan bahan lain, pastikan untuk memilih bahan yang terjangkau dan praktis untuk dapur, seperti ubin vinyl, papan vinyl, gabus atau cork, dan lain sebagainya.

Lantai dapur dengan papan vinyl - source: ctm.co.za
Lantai dapur dengan papan vinyl – source: ctm.co.za

3. Memilih pencahayaan yang tepat

Inspirasi penataan lampu LED di dapur – source: abm-elec.co.uk

Lampu LED adalah investasi jangka panjang yang baik untuk penerangan hunian yang lebih sustainable, termasuk di dapur. Beralih dari bohlam lampu pijar ke lampu LED dapat menghemat energi dan memotong tagihan listrik. Pastikan juga untuk pencahayaan dipasang pada posisi yang tepat dan terkonsentrasi di area yang paling membutuhkan cahaya, seperti area memasak. Selain memasang lampu di bawah kabinet dapur, Teman Narasi juga dapat menggunakan pendant lights atau lampu gantung yang diletakkan di dapur atau di atas meja makan, seperti yang terlihat pada gambar di atas. 

4. Tetap menggunakan jalur pipa dan tata letak utilitas yang sudah ada

Jika memindahkan peralatan dapur seperti mesin pencuci piring, wastafel, dan kompor setiap kali merombak dapur, biaya yang dibutuhkan tentunya akan semakin besar. Untuk itu, tetap gunakan jalur pipa dan tata letak utilitas yang sudah ada. Sebagai gantinya, Teman Narasi tetap dapat membuat tampilan dapur menjadi baru dengan mengubah warna dapur serta bermain dengan dekorasi.  

5. Gunakan kembali sisa material

Jangan biarkan potongan-potongan atau sisa material renovasi terbuang sia-sia. Teman Narasi dapat membuat peralatan dapur seperti talenan dari potongan granit atau kayu dari bekas kabinet. 

6. Memilih tema dan mengkoordinasikan skema warna

Desain interior dapur oleh Narasi Design and Furnishings – source: Dok. Pribadi Narasi Design

Dengan memilih gaya desain interior yang disukai, Teman Narasi akan menjadi lebih terarah dalam memilih perabotan dan skema warna dapur. Hal ini juga akan mengantisipasi ‘salah membeli’ perabotan yang akan berujung pada peningkatan biaya renovasi dapur. Salah satu tren desain interior dapur tahun 2020 yang layak dicoba adalah dapur bertema rustic dengan elemen interior berupa kayu hasil reklamasi atau yang sudah pernah digunakan sebelumnya.

Jika Teman Narasi sedang merencanakan renovasi dapur, semoga enam tips renovasi hemat biaya di atas dapat membantu Teman Narasi mewujudkan dapur impian namun tetap sesuai budget. Untuk artikel lainnya tentang proyek renovasi rumah, Teman Narasi dapat mengaksesnya di sini. Selamat berkreasi dan happy living!

Stay safe and healthy!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
countryliving.com,
hgtv.com, 99.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top