skip to Main Content
7 Alasan Desain Gaya Tradisional Layak Dipilih Untuk Hunian

7 Alasan Desain Gaya Tradisional Layak Dipilih untuk Hunian

Jika berbicara soal kenyamanan, desain rumah tradisional memang lebih unggul dibandingkan dengan desain lainnya. Kehadiran seni dan budaya Indonesia sebagai aksesoris di rumah akan menampilkan keragaman budaya Indonesia dan membuat penghuninya akan merasa lebih nyaman. Tak heran, sejak dulu gaya interior tradisional masih tetap populer di banyak kalangan di Indonesia hingga saat ini, kini karena mampu memberikan rasa nostalgia bagi penghuninya. Namun ini bukan satu-satunya kelebihan yang ditawarkan oleh desain yang satu ini. Berikut 7 alasan atau kelebihan lain dari desain tradisional yang bisa menjadi pertimbangan Teman Narasi dalam menerapkan konsep hunian.

1. Dominasi material kayu, rotan dan bambu

Material kayu menjadi unsur yang sangat mendominasi pada ruangan yang ada di rumah dengan desain tradisional. Unsur kayu umumnya digunakan sebagai material untuk furnitur, lantai, hingga langit-langit ruangan, yang penuh dengan ukiran. Namun banyak juga orang yang menggunakan anyaman bambu sebagai partisi ruangan atau langit-langit untuk memperkuat kesan tradisional pada ruangan.

Gaya Tradisional didominasi oleh material berbahan kayu, rotan ataupun bambu
Gaya Tradisional didominasi oleh material berbahan kayu, rotan ataupun bambu

2. Tone warna yang lembut

Pilihan warna pada desain rumah tradisional adalah warna-warna kalem atau soft, meski skema warna gelap pun kerap digunakan. Dinding biasanya diwarnai putih untuk menonjolkan aksen kayu pada lantai dan aksesoris dinding. Gaya ini sangat cocok diterapkan pada hunian Teman Narasi yang menyukai kesan bersahaja pada ruangan.

Desain tradisional cenderung menggunakan tone warna yang lembut
Desain tradisional cenderung menggunakan tone warna yang lembut

3. Furnitur klasik handmade

Jika Teman Narasi menyukai furnitur yang otentik atau khas dari daerah tertentu seperti lemari ukir Jepara, maka desain gaya tradisional ini sangatlah cocok untuk Teman Narasi. Dengan begitu, rumah Teman Narasi akan memiliki desain yang menonjolkan keragaman budaya Indonesia.

4. Bisa dibuat megah ataupun minimalis

Desain tradisional bisa dibuat sangat megah bak gaya Keraton, namun bisa juga dibuat minimalis. Hal ini perlu menjadi pertimbangan awal Teman Narasi sebelum mulai menerapkan desain ini untuk hunian, silakan konsultasikan hal ini ke tim Narasi Design sebelum terlambat ya! 

5. Memiliki ruang komunal untuk keluarga

Ciri khas desain interior tradisional adalah adanya ruang komunal untuk berkumpul keluarga. Ciri khas yang satu ini mulai ditinggalkan karena terbatasnya lahan yang ada untuk membangun sebuah hunian. Namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan apabila Teman Narasi ingin menciptakan ruang berkumpul dengan lahan yang minimalis.

Desain dengan gaya tradisional memiliki ruang komunal untuk berkumpul bersama keluarga
Desain dengan gaya tradisional memiliki ruang komunal untuk berkumpul bersama keluarga

6. Aksesoris bernilai seni

Kehadiran aksesoris seperti benda-benda seni di ruangan mampu memperkuat kesan tradisional. Aksesoris yang bisa Teman Narasi gunakan adalah lampu gantung, guci, tanaman, cermin, bingkai, vas bunga, dan lain-lain. 

Bahkan alat-alat dapur zaman dahulu yang terbuat dari anyaman bambu pun bisa digunakan sebagai penghias dinding ruangan. Jika Teman Narasi menyukai alat musik tradisional seperti gamelan, Teman Narasi juga bisa menghadirkan sebuah Gong di ruangan.

Wayang kulit bisa dijadikan pajangan untuk desain dengan gaya tradisional di rumah anda
Wayang kulit bisa dijadikan pajangan untuk desain dengan gaya tradisional di rumah anda

7. Memiliki nilai filosofis

Selain material-material alami yang digunakan untuk rumah, desain interior tradisional juga bisa menampilkan nilai-nilai filosofis bagi penghuninya. Setiap peletakkan furnitur, pemilihan warna, maupun pengaturan posisi pencahayaan, semuanya memiliki arti yang berhubungan dengan ajaran leluhur bagi kehidupan penghuni rumah.

Setelah membaca 7 alasan di atas, semoga Teman Narasi tak ragu lagi ketika memilih desain tradisional untuk hunian Teman Narasi ya!

Penulis : Wisesa Wirayuda
Editor : Renya Nuringtyas
Sumber:
arsitag.com
interiordesign.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top