skip to Main Content
7 Alasan Memilih Desain Interior Shabby Chic Untuk Hunian

7 Alasan Memilih Desain Interior Shabby Chic untuk Hunian

Untuk Teman Narasi yang sedang mencari inspirasi desain interior yang ramah budget namun tetap elegan, interior shabby chic adalah pilihan yang tepat! Desain interior yang menampilkan kesan lembut dan feminin ini masih sangat populer di kalangan masyarakat, terutama karena didukung dengan tren upcycling dan sustainable living yang selaras dengan prinsip desain shabby chic. Kesempatan untuk bereksperimen dengan merenovasi furnitur atau ornamen bekas menjadi kreasi yang cantik adalah unsur utama yang membedakan interior shabby chic dengan interior lainnya. Nah, agar Teman Narasi semakin yakin untuk mengaplikasikan desain interior bergaya shabby chic ini ke dalam hunian, simak dulu yuk 7 alasannya berikut ini!

1. Ramah budget

Ornamen dekorasi upcycled bertema shabby chic - source: amazinginteriordesign.com
Ornamen dekorasi upcycled bertema shabby chic – source: amazinginteriordesign.com

Dengan mengutamakan prinsip upcycled, desain interior shabby chic tentunya sangat ramah budget. Teman Narasi dapat berburu furnitur atau ornamen dekorasi di flea market dengan harga yang terjangkau. Pilihan lainnya adalah mengecat dan mendesain ulang furnitur-furnitur tua yang sudah ada menjadi sebuah kreasi baru yang cantik bertema shabby chic dengan unsur kayu lapuk dan cat terkelupas. Untuk menghadirkan kesan shabby chic yang maksimal, Teman Narasi dapat menggunakan kursi tua, daun pintu jadul, jendela dengan motif pitana, serta kaca dengan bingkai kayu tua sebagai aksesoris. Namun, perlu diperhatikan juga jumlah furnitur yang digunakan beserta tatanannya agar interior hunian tidak terlihat seperti ruangan tempat kumpulan barang bekas.

2. Menggunakan palet warna yang lembut 

Palet warna yang lembut pada hunian bergaya shabby chic - source: decorilla.com
Palet warna yang lembut pada hunian bergaya shabby chicsource: decorilla.com

Hunian dengan interior shabby chic menggunakan palet warna yang lembut dan ringan seperti putih, kuning gading, krem, coklat, dan abu-abu sehingga membawa atmosfer yang tenang dan nyaman ke dalam ruangan. Selain itu, warna-warna pastel seperti pink muda, biru muda, hijau muda, dan ungu muda juga selaras dengan karakteristik interior bergaya shabby chic. Oleh karena itu, pilihlah furnitur dan ornamen dekorasi berwarna lembut dan feminin.

3. Cozy dan nostalgic

Suasana hunian yang nyaman dan mengandung unsur nostalgia - source: interiordesignparadise.com
Suasana hunian yang nyaman dan mengandung unsur nostalgia – source: interiordesignparadise.com

Dengan pemilihan warna yang lembut, penggunaan material linen dan renda sebagai pelapis furnitur, serta penggunaan motif bunga, akan membuat gaya shabby chic menghadirkan kesan yang hangat dan romantis. Ruang makan yang didekorasi dengan meja bundar dan kursi kayu penuh goresan, taplak meja berwarna pudar, dan wallpaper motif bunga kecil akan membuat ruangan terasa seperti rumah yang ada di daerah pedesaan di negara-negara Eropa yang nyaman dan tenang.

Unsur nostalgia juga dapat Teman Narasi dapatkan karena desain interior yang satu ini terinspirasi dari gaya rumah tradisional seperti countryside house dan farm house di daerah pedesaan Inggris tahun 1900-an. 

4. Tampilan lusuh yang justru unik dan antik

Furnitur dan ornamen dekorasi kuno yang unik dan antik - source: lamudi.co.id
Furnitur dan ornamen dekorasi kuno yang unik dan antik – source: lamudi.co.id

Kata ‘shabby’ dan ‘chic’ jelas memiliki arti yang berbeda dan bertolak belakang, ‘shabby’ berarti sesuatu yang lusuh, usang, dan kumal, sedangkan ‘chic’ berarti cantik dan elok. Namun, itulah yang membuat gaya interior shabby chic istimewa, karena benda-benda yang terkesan usang seperti meja dan kursi kayu yang penuh goresan, kain berwarna pudar, cat dinding yang terkelupas, dan ornamen dekorasi kuno justru dinilai sebagai gaya desain yang unik dan antik serta memiliki nilai seni di dalamnya.

Untuk membantu menciptakan suasana yang nyaman ala interior shabby chic, Teman Narasi sebaiknya menghindari penggunaan furnitur dengan permukaan yang glossy. Gunakan furnitur kayu dan logam dengan hasil matte dan memiliki goresan seperti motif patina.

5. Cocok untuk kamu yang menyukai bunga dan tanaman indoor sebagai dekorasi

Bunga sebagai dekorasi hunian bergaya shabby chic - source: dreamstime.com
Bunga sebagai dekorasi hunian bergaya shabby chicsource: dreamstime.com

Kesan feminin juga dapat ditonjolkan lewat dekorasi berupa bunga atau tanaman indoor lainnya. Pothos atau devil’s ivy (tanaman sirih gading), spider plant (tanaman lili paris), dan bunga berwarna pastel adalah pilihan yang sesuai dengan karakteristik desain interior shabby chic. Tidak hanya mudah dirawat dan cantik dijadikan sebagai dekorasi ruangan, tanaman-tanaman ini juga dapat membuat udara di rumah menjadi lebih segar karena dapat menyerap berbagai polutan dan melepaskan oksigen.

6. Kesan feminin yang kuat

Suasana yang romantis dan feminin pada hunian dengan desain interior shabby chic - source: idealhome.co.uk
Suasana yang romantis dan feminin pada hunian dengan desain interior shabby chicsource: idealhome.co.uk

Interior bergaya shabby chic menghadirkan kesan yang feminin karena penggunaan bahan katun dan linen sebagai pelapis furnitur, serta motif bunga pada ornamen dekorasi. Bahan dan motif tersebut biasanya digunakan untuk taplak meja, gorden, sarung bantal, pelapis sofa, dan lainnya. Penggunaan palet warna yang ringan juga mendukung kesan feminin pada hunian dengan interior shabby chic ini

7. Cocok untuk hunian yang berukuran mungil

Meja makan bundar umumnya lebih efektif untuk ruangan kecil - source: pinterest.com
Meja makan bundar umumnya lebih efektif untuk ruangan kecil – source: pinterest.com

Terdapat beberapa cara untuk menyiasati hunian yang berukuran mungil. Pertama, Teman Narasi dapat memanfaatkan dekorasi berupa cermin berbingkai antik. Tidak hanya identik dengan gaya shabby chic, tetapi juga memberikan efek luas pada ruangan. Selain cermin, memilih warna putih juga merupakan langkah yang cermat karena warna putih dapat membuat ruangan terlihat lebih cerah dan lapang. Kemudian, pilihlah furnitur yang tidak hanya memiliki fungsi estetika saja, tetapi juga memiliki fungsi yang baik untuk mengatasi masalah storage di dalam hunian shabby chic berukuran kecil. Teman Narasi dapat memilih tempat penyimpanan berbentuk vertikal dan dekorasi gantung untuk menghemat tempat. Selain itu, meja makan bundar umumnya lebih efektif untuk ruangan berukuran kecil.

Jadi, apa pendapat Teman Narasi tentang desain interior feminin yang penuh dengan unsur nostalgia ini? Berdasarkan beberapa karakteristik di atas, kami yakin kalau daya tarik desain interior shabby chic akan terus eksis dan menjadi pilihan populer banyak kalangan hingga beberapa tahun ke depan.

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
ruparupa.com,
voireproject.com,
dekoruma.com,
arsitag.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top