skip to Main Content
7 Alasan Memilih Desain Scandinavian Untuk Rumah Unik

7 Alasan Memilih Desain Scandinavian untuk Rumah Unik

Desain rumah scandinavian kerap dianggap sebagai desain yang dapat memberikan kesan berbeda karena konsepnya yang simpel, namun memiliki kejutan dan keunikan tersendiri. 

Memiliki banyak kemiripan dengan konsep desain minimalis, desain rumah scandinavian sebenarnya memiliki keunikannya sendiri. Konsep desain rumah dan interior scandinavian berasal dari negara-negara Nordik atau negara-negara Eropa Timur dan Atlantik Utara, pada pertengahan tahun 1950-an. Desain scandinavian kemudian terus berkembang hingga saat ini dan menjadi salah satu konsep desain yang paling digemari di dunia. Apa yang membuat desain scandinavian digemari oleh banyak kalangan dan patut dijadikan pilihan? Berikut 7 alasan mengapa Teman Narasi patut menjadikan desain interior scandinavian sebagai pilihan untuk memiliki hunian yang unik namun tetap nyaman.

1. Menghadirkan Kesan Dingin Namun Tetap Hangat

Berasal dari negara-negara dingin seperti Swedia, Denmark, dan Norwegia, kesan dingin menjadi salah satu ciri dari desain interior scandinavian. “Perwakilan” rasa dingin tersebut dimunculkan melalui penggunaan cat yang didominasi oleh warna putih pada dinding, bingkai jendela, pintu, bahkan pada furnitur scandinavian. Namun, untuk mengurangi kesan dingin yang bisa membuat penghuni merasa kurang nyaman, sentuhan warna-warna lain seperti navy, kuning mustard, dusty pink, dan mint kemudian ditambahkan untuk memberikan kesan hangat pada ruangan. Warna-warna tersebut bisa digunakan sebagai aksen pada aksesoris ruangan seperti furnitur, gorden, sofa, atau karpet. 

Konsep desain scandinavian  - source: unsplash.com
Konsep desain scandinavian – source: unsplash.com

Tidak hanya warna, material furnitur scandinavian pun mampu memberikan kesan hangat pada ruangan. Pemilihan sofa dengan material wol, katun, dan linen adalah solusi untuk meminimalisir kesan dingin pada ruangan. Kemudian, meletakkan aksesoris seperti selimut bulu pada sofa serta memasang karpet juga bisa dilakukan untuk menambah kesan hangat pada ruangan.

2. Sarat Akan Unsur Alam 

Penggunaan unsur alam yang seimbang dan tidak berlebihan adalah salah satu hal menarik dari desain rumah scandinavian. Unsur alam yang banyak digunakan di antaranya kayu dan batu. Kayu digunakan sebagai material untuk lantai, bingkai jendela, pintu, meja, kursi, hingga dekorasi ruangan. Sementara material batu akan nampak cantik jika diaplikasikan pada perapian, baik itu perapian artifisial atau sungguhan, yang dijamin akan membuat desain interior scandinavian terlihat semakin kental. 

 Unsur kayu pada desain scandinavian  - source: unsplash.com
Unsur kayu pada desain scandinavian – source: unsplash.com

Penggunaan unsur alam jarang dijadikan sebagai focal point pada ruangan. Unsur alam lebih dimanfaatkan sebagai unsur penyeimbang. Meskipun banyak digunakan di beberapa bagian ruangan, pengaplikasian unsur kayu dan batu cenderung didesain agar tidak terlalu mencolok dan sering dipadukan dengan material lain dengan porsi yang sesuai. Keberadaan unsur alam pada desain interior scandinavian ini berkaitan dengan poin yang telah diulas sebelumnya, yaitu untuk membuat ruangan terasa lebih hangat. 

3. Memiliki Sentuhan Warna-warna yang Nyaman

Serupa dengan konsep minimalis yang menggunakan palet warna netral untuk hampir seluruh bagian ruangan, desain interior scandinavian juga didominasi oleh penggunaan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, tan, dan cream. Uniknya, ada penggunaan beberapa warna pada desain ini yang tidak akan ditemukan pada konsep desain minimalis. Desain scandinavian lebih berani menggunakan warna selain warna-warna netral,  namun tetap bermain aman. 

Warna desain scandinavian - source: unsplash.com
Warna desain scandinavian – source: unsplash.com

Warna yang identik dengan desain interior scandinavian adalah mint, dark blue, dusty pink, mustard, dan turquoise. Tidak menjadi warna yang mendominasi, namun diaplikasikan sebagai aksen pada furnitur scandinavian, misalnya cushion dengan beberapa warna tersebut diletakkan pada sofa berwarna light grey agar sofa tidak terlihat terlalu kaku. Selain itu, pemilihan gorden warna turquoise juga menarik untuk diaplikasikan pada ruangan dengan dinding bercat putih. Kehadiran warna-warna tersebut sengaja dihadirkan dengan unik tanpa merusak kesan nyaman, yang menjadi nilai utama dari desain interior scandinavian.

4. Desain yang Dapat Mengurangi Stress

Dilihat dari penggunaan warna yang aman dan nyaman dengan warna-warna netral dan muted, desain rumah scandinavian dirancang dengan tujuan untuk mengurangi stres penghuni rumah, setelah lelah beraktivitas di luar rumah. Warna-warna lembut dan monokrom pada konsep desain scandinavian secara psikologis dapat menghantarkan sinyal yang memberikan ketenangan, membuat siapapun yang berada di dalam ruangan dapat melepaskan lelah setelah beraktivitas seharian. 

Desain scandinavian yang minimalis - source: unsplash.com
Desain scandinavian yang minimalis – source: unsplash.com

Di samping itu, desain furnitur scandinavian juga tampil dengan sangat sederhana sehingga tidak melelahkan mata orang yang melihatnya. Kesederhanaan juga ditampilkan melalui berbagai unsur yang ditopang dengan kenyamanan, seperti sofa yang menggunakan material lembut dan halus seperti linen. 

5. Menghadirkan Kesederhanaan melalui Furnitur

Furnitur scandinavian memiliki kesan yang jauh dari kesan rumit. Poin penting dalam desain furnitur scandinavian adalah kenyamanan yang estetis. Sekalipun bentuknya sederhana dengan garis halus, unsur kecantikan tetap harus ada, misalnya saja dengan pemilihan material yang nyaman namun tetap terlihat apik.  

Furnitur scandinavian - source: unsplash.com
Furnitur scandinavian – source: unsplash.com

Material kerangka furnitur yang banyak digunakan pada furnitur scandinavian adalah kayu. Oleh karena itu, unsur alam merupakan salah satu ciri khas desain scandinavian. Jadi tidak heran jika ada berbagai jenis kayu ringan yang digunakan sebagai material kerangka furnitur scandinavian. 

6. Memberikan Fungsi yang Maksimal 

Efisiensi adalah kunci. Konsep desain interior scandinavian yang kental tidak akan membiarkan adanya furnitur atau bagian ruang yang tidak berfungsi maksimal. Karena itu pula, dekorasi tidak banyak diletakkan di dalam ruangan. Hal ini bertujuan untuk tetap berpegang pada nilai kenyamanan yang diandalkan oleh konsep desain ini. 

Interior desain scandinavian - source: unsplash.com
Interior desain scandinavian – source: unsplash.com

Jumlah furnitur yang diletakkan pun tidak akan terlalu banyak karena setiap furnitur yang ada di ruangan pasti memiliki fungsi yang maksimal. Misalnya saja, penempatan rak akan dipilih yang berwarna netral atau menunjukkan gurat asli material natural, kemudian rak tersebut tidak hanya berfungsi untuk membuat barang-barang koleksi terlihat rapi, tapi sekaligus digunakan sebagai partisi ruangan. 

7. Lebih Ramah Lingkungan

Hubungan yang dimiliki oleh desain rumah Scandinavian dengan rasa cinta pada lingkungan dan bumi bisa dibilang cukup kuat. Desain rumah scandinavian umumnya menggunakan jendela-jendela besar, bahkan pintu kaca pun digunakan di banyak ruangan untuk memberikan akses sinar matahari untuk masuk ke dalam ruangan. Ini berarti penggunaan lampu di siang hari dapat diminimalisir, atau bahkan ditiadakan. Hal tersebut akan memberikan dampak penghematan energi yang besar jika dilakukan secara rutin atau bertahun-tahun, selama sang penghuni menempati rumah tersebut. 

Desain interior scandinavian -  source: unsplash.com
Desain interior scandinavian – source: unsplash.com

Tidak hanya itu, ada satu lagi unsur dekorasi yang tepat untuk desain interior scandinavian, yaitu tanaman. Keberadaan tanaman di dalam ruangan menjadi penyegar di kala penat, sekaligus memberikan andil dalam penghijauan di area tempat tinggal masa kini yang semakin jarang memiliki tanaman hijau. 

Semoga mengetahui tujuh alasan memilih desain scandinavian di atas bisa memberikan Teman Narasi inspirasi dan motivasi untuk menerapkan desain interior scandinavian ataupun memiliki furnitur scandinavian, untuk membawa suasana baru pada hunian.

Penulis: Agatha Elma Febiyaska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
thespruce.com,
apartmenttherapy.com,
inchesdesign.com,
elledecor.com,
wikipedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top