skip to Main Content
7 Desainer Afrika-Amerika Yang Berpengaruh Di Dunia Desain

7 Desainer Afrika-Amerika yang Berpengaruh di Dunia Desain

Dilansir dari interiordesign.net, berdasarkan data yang diambil dari Laporan Tahunan National Architectural Accrediting Board tahun 2015, hanya terdapat lima persen siswa arsitektur yang diidentifikasikan sebagai warga Amerika berkulit hitam atau Afrika-Amerika. Fakta serupa juga ditemukan dalam data yang dikeluarkan oleh The American Institute of Architects (AIA) pada tahun 2016, dengan hasil yang menunjukkan bahwa orang dengan kulit berwarna kurang terwakili dalam industri arsitektur dan interior. Selain itu, upah yang diterima juga lebih rendah, serta kecil kemungkinan bagi mereka untuk dapat dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak arsitek maupun desainer interior berkulit hitam yang berhasil menciptakan keberagaman dalam industri desain lewat karya-karya mereka. 

Lewat artikel ini, Narasi Design ingin mengajak Teman Narasi untuk lebih mengenal beberapa arsitek dan desainer Afrika-Amerika melalui pencapaian, perjuangan, dan karya-karya mereka yang menginspirasi. Selamat membaca!

Dani Arps

Dani Arps - source: interiordesign.net
Dani Arps – source: interiordesign.net

Arps mengatakan bahwa tidak ada siswa kulit hitam selain dirinya saat ia bersekolah di SMA Connecticut, dan juga saat ia mendapatkan gelar Master of Science dalam bidang Desain Interior di Pratt Institute, New York. Ia juga mengatakan bahwa lingkungan tempat ia bekerja juga didominasi oleh kalangan kulit putih. Namun, setelah ia memasuki industri interior di tahun 2009 dan mengerjakan proyek desain kantor CodeAcademy, sebuah perusahaan di bidang edukasi yang menyediakan kelas coding gratis dalam bentuk platform interaktif online. CodeAcademy menyukai sisi destetika dari desain yang dibuat oleh Arps dan kemudian mereferensikannyai ke banyak orang. Dalam beberapa tahun belakangan ini, Dani Arps telah menjadi desainer interior untuk perusahaan-perusahaan start-up seperti Venmo, SeetGeek, Daily Harvest, Fashionista, Gilt, dan General Assembly. 

 Desain kantor SeetGeek oleh Dani Arps - source: daniarps.com
 Desain kantor SeetGeek oleh Dani Arps – source: daniarps.com

Malene Barnett

Malene Barnett - source: interiordesign.net
Malene Barnett – source: interiordesign.net

Malene Barnett telah terjun di dunia desain interior selama lebih dari satu dekade. Studio seni dan desainnya memperkenalkan sejumlah karya tembikar dan keramik. Ia juga sempat mengerjakan beberapa proyek untuk klien, seperti Viacom, Marriott, dan Saks.

Malene Barnett sedang mengerjakan karya seni tembikar - source: architecturaldigest.com
Malene Barnett sedang mengerjakan karya seni tembikar – source: architecturaldigest.com

Baru-baru ini, melalui sebuah unggahan di Instagram, Barnett mengecam kurangnya partisipasi orang kulit hitam dalam pameran desain. Ia menyuarakan pendapatnya bahwa banyak sekali arsitek dan desainer interior kulit hitam berbakat yang tidak memiliki tempat untuk menyalurkan ide-ide mereka. Dengan bermodal semangat dalam membuat perubahan, Barnett mendirikan Black Artist + Designer Guild (BADG), sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk memajukan komunitas seniman dan desainer kulit hitam independen di industri kreatif. 

Black Artist + Designer Guild (BADG), organisasi non-profit untuk memajukan komunitas seniman dan desainer kulit hitam independen di industri kreatif - source: badguild.info
Black Artist + Designer Guild (BADG), organisasi non-profit untuk memajukan komunitas seniman dan desainer kulit hitam independen di industri kreatif – source: badguild.info

Allison Williams

Allison Williams - source: interiordesign.net
Allison Williams – source: interiordesign.net

“We have to be our own advocates for excellence,”

Allison Williams

Pada 2017, Williams mendirikan perusahaannya sendiri yang ia beri nama AGWms_studio, sebuah perusahaan konsultan desain yang telah mengerjakan proyek-proyek besar seperti pembangunan August Wilson Center for African American Culture di Pittsburg, Amerika Serikat, Research and Technological Enterprise for National Research Foundation and National University of Singapore, The Shyh Wang Hall, The Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, dan proyek besar lainnya. Melalui proses kreatif, Williams dan timnya mengidentifikasi masalah, mengartikulasikan dan memprioritaskan pilihan, dan menyaring ide untuk menghasilkan desain yang strategis. 

The Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Saudi Arabia hasil karya desainer Allison Williams - source: aadn.gsd.harvard.edu
The Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Saudi Arabia hasil karya desainer Allison Williams – source: aadn.gsd.harvard.edu

Williams juga telah menerima banyak penghargaan bergengsi, salah satunya sebagai Loeb Fellows yang ia terima dari Harvard Graduate School, sebuah program yang menunjuk praktisi-praktisi dengan karya yang memberikan pengaruh positif bagi masyarakat. Ia juga berstatus sebagai anggota The American Institute of Architects (AIA) dan Dewan Praktisi di majalah desain Harvard. 

Mark L. Gardner

Mark L. Gardner - source: interiordesign.net
Mark L. Gardner – source: interiordesign.net
Desain showroom Marc Jacobs hasil karya Mark L. Gardner - source: retaildesignblog.net
Desain showroom Marc Jacobs hasil karya Mark L. Gardner – source: retaildesignblog.net

Gardner yang juga merupakan anggota AIA dan Direktur Program Arsitektur Pascasarjana di Parsons School of Design, sempat menunjukkan kekhawatirannya akan kurangnya jumlah arsitek dan desainer berkulit hitam di industri desain Amerika Serikat. Gardner mengatakan bahwa hanya terdapat dua persen arsitek kulit hitam dari semua arsitek berlisensi di Amerika Serikat. Semangatnya untuk membuat keberagaman dalam industri desain membutuhkan kerja keras dan koneksi yang luas. Hingga saat ini, Gardner bersama tim telah mengerjakan berbagai proyek, salah satunya pembuatan showroom Marc Jacobs yang memenangkan penghargaan bergengsi di tahun 2012. 

Tanzania Beekeepers Asali & Nyuki Sanctuary, hasil karya desainer Mark  L. Gardner - source: archdaily.com
Tanzania Beekeepers Asali & Nyuki Sanctuary, hasil karya desainer Mark  L. Gardner – source: archdaily.com

Lou Switzer

Lou Switzer - source: interiordesign.net
Lou Switzer – source: interiordesign.net

Lou Switzer memulai perusahaan desainnya sendiri pada tahun 1975. Saat ini, Grup Switzer adalah salah satu perusahaan yang dimiliki orang kulit hitam terbesar di dunia, dengan klien dari seluruh dunia, termasuk IBM, Capital One, dan Walt Disney Company. Selama beberapa dekade, ia juga menjalankan program bimbingan untuk meningkatkan jumlah arsitek dan desain interior berkulit hitam pada industri desain.

Desain kantor Well Fargo, New York hasil karya desainer Lou Switzer - source: interiordesign.net
Desain kantor Well Fargo, New York hasil karya desainer Lou Switzer – source: interiordesign.net

“It’s up to us to shine. To say we’re better at what we do, but also, to be given the opportunity.”

Lou Switzer

Jomo Tariku

Jomo Tariku - source: interiordesign.net
Jomo Tariku – source: interiordesign.net
MeQuamya chair hasil karya desainer furnitur Jomo Tariku - source: jomofurniture.com
MeQuamya chair hasil karya desainer furnitur Jomo Tariku – source: jomofurniture.com

Lahir di Kenya dari pasangan orang tua asal Ethiopia, Jomo Tariku adalah seorang lulusan desain industri dari University of Kansas. Jomo Tariku dikenal dengan ide briliannya menciptakan furnitur yang mengangkat hubungan antara desain Afrika dan Afrika-Amerika. Ia mengatakan bahwa industri desain bersifat global sehingga harus mengintegrasikan berbagai budaya ke dalam setiap objek yang diciptakan. Sebagai contoh, ia sempat mendesain kursi yang terinspirasi dari Gereja Ortodoks di Ethiopia. Dalam 18 bulan terakhir, Tariku tampil di empat pameran desain dan baru-baru ini bergabung dengan Black Artists + Designers Guild (BAGD).

“For each object, I give credit to the culture,”

Jomo Tariku

Kamille Glenn

Kamille Glenn - source: interiordesign.net
Kamille Glenn – source: interiordesign.net
Vidanta Los Cabos Resort, Meksiko hasil karya tim desain Rockwell Group - source: idesignaward.com
Vidanta Los Cabos Resort, Meksiko hasil karya tim desain Rockwell Group – source: idesignaward.com

Ketika Kamille Glenn masih kecil, ia bercita-cita menjadi astronot. Namun, setelah masuk di Brooklyn Technical High School, ia jatuh cinta pada industri desain dan meneruskan minatnya ke Fashion Institute of Technology, di mana ia mendapatkan gelar Bachelor of Fine Arts (BFA) dalam Desain Interior. Pertemuannya dengan Shaw Sullivan dari Rockwell Group membawanya pada pekerjaan impiannya. Kini, ia menjadi desainer interior rekanan dari Rockwell Group, perusahaan arsitektur dan desain dengan spesialisasi dalam bidang perhotelan, budaya, kesehatan, pendidikan, produk, dan lain-lain. Baru-baru ini, Glenn juga mendirikan The Designer’s Workshop untuk menyatukan orang-orang kulit hitam di bidang produksi barang kreatif. 

Nah, itulah tujuh arsitek dan desainer Afrika-Amerika dengan karyanya yang menginspirasi. Semoga di masa yang akan datang akan terus lahir arsitek dan desainer interior kulit berwarna untuk mewujudkan keberagaman dan menciptakan ide-ide inovatif dalam pengembangan industri desain. As always, selamat berkreasi dan happy living, Teman Narasi!

Selamat menjalankan ‘New Normal’ dan tetap jaga kesehatan!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
architectmagazine.com,
interiordesign.net,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top