skip to Main Content
Kenali Konsep Desain Interior Art Deco Dari Para Desainer Kreatif Ini

Kenali Konsep Desain Interior Art Deco dari Para Desainer Kreatif ini

Desain interior art deco memberikan kebebasan berseni bagi para desainer interior untuk menciptakan nuansa kontemporer pada desain yang dibuatnya. Nuansa art deco yang kontemporer dapat diartikan sebagai desain interior yang berani tampil beda dengan pemilihan warna mencolok, proporsi furnitur yang tidak biasa, penggunaan material baru, dan dekorasi yang megah dan mewah.

Adanya perpaduan antara interior klasik dan kontemporer juga membuat desain interior bergaya art deco dinilai unik. Walaupun membawa kembali tren gaya desain dari tahun 1920-an seperti motif hewan dan tanaman eksotis, sisi kontemporer pada konsep desain ini juga tetap hidup dengan pemilihan furnitur serta dekorasi art deco lainnya. 

Beberapa desainer berikut telah menginspirasi dunia desain interior art deco lewat berbagai karya mereka yang dikenal di kancah nasional maupun internasional. Simak profil singkat dan perjalanan karier mereka di sini!

Jacques-Emile Ruhlmann

 Jacques Emile Ruhlmann - source: idesign.wiki
Jacques Emile Ruhlmann – source: idesign.wiki

Paris dinilai sebagai pusat seni desain Art Deco. Hal ini dapat dilihat dari model furnitur buatan Jacques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai desainer interior dan furnitur asal Paris, Perancis. Ruhlmann memperoleh reputasi yang baik secara internasional berkat karya seni yang dihasilkannya, berupa furnitur seperti meja, kursi, dan lemari bergaya art deco.

To create something that lasts, the first thing is to want to create something that lasts forever.

Jacques-Emile Ruhlmann

Pada tahun 1919, ia mendirikan sebuah studio desain interior Établissement Ruhlmann et Laurent dengan sahabatnya yang juga seorang desainer, Pierre Laurent. Studio ini mengkhususkan diri dalam desain interior dan memproduksi barang-barang rumah mewah yang mencakup furnitur, wallpaper, pencahayaan, dan dekorasi. Inspirasi terkuatnya datang dari elemen desain klasik dan kerajinan yang dapat ditemukan di model dan desain furnitur abad ke-18. Dalam karyanya, Ruhlmann kerap menggunakan material-material seperti kayu eksotis yang kemudian dipernis, gading, logam mulia, perunggu, dan material lainnya untuk membuat tampilan furnitur yang lebih elegan, klasik dan abadi.

Corner Cabinet, lemari kabinet karya Jacques Emile Ruhlmann - source: idesign.wiki
Corner Cabinet, lemari kabinet karya Jacques Emile Ruhlmann – source: idesign.wiki

Salah satu karyanya yang terkenal dan menerima banyak pujian adalah Corner Cabinet. Lemari kabinet yang sempat naik daun pada zaman Louis XV, Louis XVI dan Kekaisaran itu kembali dimunculkan dengan detail dan karakteristik yang kuat. Lemari kabinet ini dibuat dari kayu mahoni dengan detail mozaik yang terbuat dari gading.

William Van Alen

William Van Alen - source: americanpast.blogspot.com
William Van Alen – source: americanpast.blogspot.com

William Van Alen adalah seorang arsitek asal Amerika yang dikenal sebagai perancang Chrysler Building, gedung pencakar langit bergaya art deco yang berlokasi di New York City. Bentuknya yang simetris dengan potongan garis-garis lurus dan jendela panjang merupakan ciri khas dari bentuk desain Art Deco. Van Alen awalnya diminta oleh seorang pengembang real estate dan mantan senator, William H. Reynolds untuk merancang gedung dengan tinggi mencapai 282 meter ini, sebelum gedung itu akhirnya dijual kepada Walter Percy Chrysler, seorang pengusaha mobil Amerika ternama.

 Chrysler Building, gedung pencakar langit bergaya art deco karya William Van Alen - source: architecturaldigest.com
Chrysler Building, gedung pencakar langit bergaya art deco karya William Van Alen – source: architecturaldigest.com

Arsitek kelahiran Brooklyn tahun 1883 ini merancang Chrysler Building dengan menggunakan material yang tidak biasa. Bangunan ini dibangun dengan struktur baja, jendela raksasa dan dinding batu kapur. Ide kreatif Van Alen juga tersalurkan lewat rancangan bagian atas gedung yang berkonsep multi-arched berlapis nikel, yang merepresentasikan gaya desain art deco dengan sempurna. 

Bagian atas gedung berkonsep multi-arched berlapis nikel yang sesuai dengan representasi gaya desain Art Deco - source: flickr.com
Bagian atas gedung berkonsep multi-arched berlapis nikel yang sesuai dengan representasi gaya desain Art Deco – source: flickr.com

Karen Howes

Karen Howes - source: taylorhowes.co.uk
Karen Howes – source: taylorhowes.co.uk

Karen Howes adalah founder sekaligus CEO dari salah satu studio desain interior terkemuka asal London, Inggris, Taylor Howes. Studio desain yang sudah berdiri sejak 25 tahun yang lalu ini, sudah merancang dan mengeksekusi lebih dari 1.000 proyek hunian pribadi, kantor, apartemen, dan hotel di beberapa lokasi elit di London serta negara-negara di Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah.

Kecintaannya pada dunia desain interior sudah ada sejak Howes masih berumur belasan tahun. Saat itu, Howes mendesain kamarnya sendiri serta sesekali menata ulang susunan furnitur dan dekorasi di dalamnya. Howes memulai kariernya di bidang desain interior dengan mendirikan studio desain interior Taylor Howes. Di awal kariernya tersebut, Howes menggunakan apartemennya sendiri sebagai apartemen contoh dan mengundang berbagai pengembang untuk datang dan melihat desainnya.

I love clever design and glamorous details. I collect British 20th Century art and my collection greatly influences the designs of my own properties.

Karen Howes
Hunian dengan desain interior art deco karya studio desain interior Taylor Howes - source: taylorhowes.co.uk
Hunian dengan desain interior art deco karya studio desain interior Taylor Howes – source: taylorhowes.co.uk

Setiap karya desain interior yang dihasilkannya, Howes dikenal dengan ide-ide kreatif yang menghadirkan perpaduan desain klasik dan kontemporer dengan inspirasi karya seni dari tahun 1950-an. Saat diwawancarai oleh The Design Society, Howes menyebutkan bahwa gaya desainnya selalu memberikan warna dan energi baru pada ruangan, dengan menerapkan prinsip-prinsip desain interior art deco seperti penggunaan warna mencolok dan motif-motif ‘ramai’, penggunaan material logam, kayu, pengaplikasian kaca pada elemen-elemen interior, serta pemilihan furnitur serta dekorasi yang klasik dan antik.

Furnitur bergaya art deco karya studio desain interior Taylor Howes - source: taylorhowes.co.uk
Furnitur bergaya art deco karya studio desain interior Taylor Howes – source: taylorhowes.co.uk

Dengan hasrat bisnis dan desain yang dimilikinya, pada tahun 2017, Howes juga mendirikan Business of Design, yaitu sebuah forum dimana para pemimpin, pengusaha, dan pelaku bisnis dari merek dan industri seni dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi dengan tujuan memajukan pengetahuan lewat ide-ide baru.

Gaspard Ronjat

Gaspard Ronjat - source: gaspardronjat.com
Gaspard Ronjat – source: gaspardronjat.com

Arsitek dan interior desainer asal Perancis ini dikenal secara internasional berkat gaya desainnya yang eklektik. Ronjat percaya bahwa setiap proyek arsitektur dan desain interior yang ia kerjakan, baik itu di dalam maupun luar negeri, selalu membawa tantangan baru karena tujuan terpenting dalam mendesain adalah menciptakan identitas baru lewat perpaduan gaya yang menyegarkan pada ruangan.

Gaspard Ronjat mendirikan studio desain interiornya di kota Lyon, Perancis pada tahun 2007. Hingga kini, Ronjat beserta timnya sudah menangani berbagai proyek arsitektur dan interior hunian pribadi, butik, kantor, dan institusi pendidikan. Karya-karyanya sudah banyak diliput dan ditampilkan di berbagai majalah desain dan arsitektur ternama seperti Elle Deco, Maison & Jardin, Vogue Living, dan lainnya. Untuk menunjukkan dukungan terhadap sesama desain interior, Ronjat juga sering berkolaborasi dengan studio interior desain lainnya untuk menangani proyek-proyek tertentu. 

Salah satu proyek desain interior karya Ronjat yang menarik perhatian Narasi Design adalah hunian pribadi milik pasangan suami istri beserta empat anaknya di Neuilly-sur-Seine, salah satu lingkungan elit di Paris. Bangunan rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1930-an tersebut memiliki suasana interior art deco yang sangat kental dan detail arsitektur yang sangat spesifik.

Hunian bergaya art deco karya desainer Gaspard Ronjat  - source: gaspardronjat.com
Hunian bergaya art deco karya desainer Gaspard Ronjat  – source: gaspardronjat.com

Untuk tetap menjaga keaslian rumah sekaligus membawa kembali suasana interior tahun 30-an, Ronjat mempertahankan fitur-fitur asli rumah tersebut, termasuk perapian, lantai, dan jendela kaca patri di area pintu masuk depan. Adapun untuk dekorasi, ‘eklektik’ adalah bagaimana sosok desainer ini menggambarkannya, yaitu dengan memadukan desain kontemporer dengan barang antik.

So, apakah Teman Narasi terinspirasi untuk menggunakan interior bergaya art deco untuk hunian? Semoga karya-karya kreatif yang datang dari para desainer di atas dapat memberikan ide kreatif bagi Teman Narasi, ya! Selamat berkreasi dan happy living!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
www.arsitag.com,
www.interiordesign.id,
www.idesign.wiki,
www.taylorhowes.co.uk,
www.gaspardronjat.com,
www.elledecoraton.co.uk,
www.thedesignsoc.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top