skip to Main Content
Ragam Stainless Steel Yang Harus Kalian Ketahui!

Ragam Stainless Steel yang harus kalian ketahui!

Ragam Stainless Steel yang harus kalian ketahui!

Hi teman Narasi, kali ini kami akan bercerita tentang bahan baku yang biasa digunakan untuk rangka kursi hingga peralatan masak di dapur teman-teman Narasi. Apa bahan itu? Kita sudah tidak asing lagi dengan stainless steel (SST) atau besi tahan karat. Stainless steel memiliki sifat tahan karat karena campuran dari 2 atau lebih bahan baku (komposit). Yuk kita bahas apa itu SST.

Tentunya kalian sering dengarkan kalau SST itu tahan karat, kuat, mengkilap, dan terlihat elegan. Ups… tunggu dulu, ternyata stainless steel ada gradenya yang teridentifikasi dari masing-masing serinya. SST di pasaran biasa terbagi menjadi 3 digit kode. Digit pertama mendeskripsikan bahwa SST tersebut masuk seri yang mana berdasarkan komposisinya, sedangkan dua digit terakhir menjelaskan sifat dari grade SST tersebut. Berikut penjabaran tentang kandungan dan sifat dari masing-masing grade SST yang ada di pasaran serta yang sering digunakan di dunia Interior Design.

200 Series

Para manufaktur yang memang menekankan pada produk yang budgetnya mepet sangatlah cocok menggunakan SST 200 series. Dengan kandungan besi-nikel-krom-mangan, SST 200 series relatif lebih murah dibandingkan dengan seri-seri lain SST di pasaran. Sebagai contoh yang paling populer adalah SST 201 yang memiliki sifat tidak terlalu keras tetapi sangatlah ekonomis. Kekurangan dari SST 201 sendiri ada loh, teman Narasi. SST 201 dapat menguning karena timbulnya karat yang sangat tipis seperti kerak. SST 201 hampir tidak pernah dipakai oleh Narasi Design and Furnishings karena tidak terlalu kuat dan masih memiliki sifat yang dapat berkarat.

300 Series

Banyak manufaktur yang claim bahwa produknya sudah pakai 304, tentunya teman Narasi bertanya-tanya, mengapa 304 yang dipakai? Sebenarnya paling simple jawabnya ya karena paling banyak dipasaran adalah SST 304. SST 300 series sendiri memiliki komposisi besi-krom-nikel tanpa campuran mangan seperti adiknya SST 200 series. Sebetulnya SST 300 series banyak variannya seperti 301, 302, 303, 304, 309, 316 hingga 321 dengan sifat unik di setiap serinya masing-masing. Untuk aplikasinya, dalam dunia Interior Desain hanya menggunakan SST 304 karena harga yang pas, ketahanan akan karat, kuat, tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Selain SST 304, saudaranya yaitu SST 316 juga tidak kalah populer seperti kembarannya 304. Hanya saja 316 jauh lebih tidak ramah kantong karena 316 salah satu bahan yang biasa digunakan untuk membuat pen pada pasien yang patah tulang. Bayangkan saja, SST 316 saja dapat diterima oleh tubuh apalagi untuk bahan dasar perabot yang sudah dapat dipastikan food grade seperti sedotan yang diproduksi oleh Narasi Design and Furnishings.

400 Series

Teman Narasi ada yang memiliki hobi otomotif seperti COO kita? Nah, SST 400 ini kerat kaitannya dengan dunia otomotif untuk sparepart mobil seperti knalpot, aksesoris dekoratif mobil, dll. Berbahan dasar Besi-Krom, SST 400 series memiliki kecenderungan murah, tidak tahan korosi, tahan gesekan, tahan panas dan mudah untuk dibentuk. Tetapi untuk SST 440-A,B,C tidak memiliki sifat seperti keluarganya di 400 series. SST 440 sangatlah kuat, tahan akan gesekan karena memiliki tingkat karbon yang cukup tinggi hingga cocok untuk dijadikan bahan baku pisau dapur yang dituntut tidak mudah tumpul.

Masih banyak grade dari SST seperti 500 series yang tahan akan panas, 600 series yang tahan akan PH yang ekstrim dan lain-lain. Tetapi karena bahasan kita hanya terbatas untuk Interior Design maka yang sering digunakan adalah 200, 300 dan 400 series saja. Cukup memberikan informasi bukan? Masih bingung untuk pemilihan bahan baku untuk produk interior teman Narasi? Jangan ragu untuk menghubungi Narasi Design and Furnishings untuk konsultasi desain, pemilihan bahan, produksi, pengiriman dan pemasangan yang semua sudah termasuk di layanan Narasi Design and Furnishings!

Teman Narasi masih ingin tahu bahan-bahan logam lain seperti aluminum, kuningan dan besi? Kita bahas di artikel kami berikutnya yah, so stay tune and well informed.

Salam hangat Narasi.

Herman Setyadji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top