skip to Main Content
Mengenal Dua Sosok Desainer Interior Eclectic Yang Legendaris

Mengenal Dua Sosok Desainer Interior Eclectic yang Legendaris

Sebagai desainer dari salah satu aliran desain interior yang unik, dua sosok desainer interior ini merupakan dua desainer yang paling dikenal dan diingat karena passion mereka yang mendalam pada desain eclectic.

Desain eclectic merupakan sebuah desain yang menjadi rangkuman banyak elemen dekorasi dan desain, yang berasal dari berbagai masa serta negara. Ciri khas dari desain eclectic adalah penggunaan berbagai tekstur, pemilihan warna-warna tegas, serta penggabungan desain modern dengan desain klasik atau antik. Meskipun terlihat asal-asalan karena terkesan mencampuradukkan berbagai desain, sebenarnya proses menciptakan desain eclectic sendiri tidaklah mudah, karena harus membuat kumpulan warna serta motif yang beragam terlihat elegan, estetis, dan tidak membuat pusing orang yang melihatnya. Dua desainer dari New York dan Inggris berikut ini mampu menunjukkan sisi cantik dari perpaduan desain yang mendasari terciptanya desain eclectic. 

1. William Carroll Pahlmann

William Carroll Pahlmann - source: pinterest.com
William Carroll Pahlmann – source: pinterest.com

Pahlmann mulai mempopulerkan desain eclectic pada pertengahan abad ke-20. Ia menggunakan desain eclectic pada setiap karyanya dengan tujuan untuk menunjukkan karakteristik pemilik desain tersebut, tanpa mengesampingkan kegunaan dan kenyamanan desain, serta furnitur yang ada di dalamnya. 

Setelah berkarir selama hampir sekitar setengah abad, Pahlmann pun telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dekorasi rumah dan hunian di Amerika. Selain itu, ia juga merupakan desainer interior yang namanya paling dikenal karena beragam karya yang ia ciptakan, dan menjadi desainer pertama yang mendesain ruangan untuk banyak pertokoan atau department store

Lahir pada 12 Desember 1900 di Pleasant Mound, Illinois, Pahlmann mengawali karirnya di dunia desain interior dengan mempelajari tentang dekorasi interior di New York School of Fine and Applied Arts (sekarang Parsons School of Design) setelah pindah ke New York pada tahun 1927. 

Karirnya bermula  ketika Pahlmann diminta untuk mendekorasi sebuah rumah yang dibangun pada abad ke-18, dan desain yang dibuat oleh Pahlmann kala itu dengan cepat menarik perhatian banyak orang setelah dipublikasikan oleh majalah Country Life. Pada tahun 1946, ia pun lalu mendirikan sebuah firma yang dinamakan William Pahlmann Associates yang khusus bergerak di bidang interior rumah, kapal, restoran, kantor, hotel, dan tentunya department store.

Pahlmann kerap berbagi tentang ide desainnya kepada banyak orang melalui mengajar dan juga menulis. Ia berbagi pengetahuan tentang gaya dan selera, serta prinsip-prinsip dasar desain yang baik. Terkait dengan desain eclectic yang ia cintai, ia kerap menyampaikan kepada banyak orang akan pentingnya keseimbangan, warna, serta perpaduan elemen desain tradisional dan modern. 

Pada tahun 1950-an, Pahlmann membeli sebuah rumah bergaya Bauhaus yang berdiri di tanah seluas 16 hektar di Bedford Village, Westchester County. Ia merombak rumah tersebut menjadi lebih besar untuk dijadikan sebuah ruangan untuk menampilkan desain interior, yang sesekali ia buka untuk umum. Rumah tersebut bertahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dijual dan ia pun memiliki dua rumah di San Antonio dan Guadalajara, tempat di mana ia meninggal di usianya yang ke 87. 

2. David Nightingale Hicks

David Nightingale Hicks - source:onekingslane.com
David Nightingale Hicks – source:onekingslane.com

Kontribusi terbesar saya sebagai seorang desainer interior adalah selalu menunjukkan kepada orang-orang bagaimana menggunakan perpaduan warna-warna tegas, bagaimana menggunakan karpet bermotif, bagaimana menerangi ruang, dan bagaimana memadukan yang lama dengan yang baru,

David Nightingale Hicks pada ‘David Hicks on Living–with taste’ (1968)

Sejalan dengan ucapannya tersebut, Hicks menjadi legenda atau sosok yang begitu dikenal di dunia desain interior, terkhususnya pada desain eclectic. Lahir di Essex, Inggris pada 25 Maret 1929, ia mengambil kuliah di Central School of Arts and Crafts, London, dan memulai karirnya sebagai seorang desainer dan dekorator setelah sebuah majalah Inggris, House & Garden, memuat karyanya dalam mendekor sebuah rumah untuknya dan ibunya. 

Hicks tidak terlalu suka menunjukkan sisi tradisional dari dekorasi Inggris, sehingga ia dengan kreativitasnya lalu memadukan barang-barang antik dengan furnitur berdesain kontemporer, atau furnitur klasik dengan karya seni modern.  

Ada tiga ciri khas yang dimiliki oleh desain Hicks, yaitu motif geometris yang biasa digunakannya pada furnitur, gorden, atau pada karpet–khususnya. Saking cintanya pada motif geometris, Hicks bahkan mulai mendesain sendiri motif kain sesuai keinginannya di tahun 1963, karena ia tidak menemukan desain yang sesuai di pasaran. Ciri kedua dari desain interior karya Hicks adalah penggunaan warna-warna tegas. Ia senang memadukan warna-warna mencolok seperti pink dan hijau tegas pada dekorasi. Terakhir, kesukaannya untuk memadupadankan barang antik dengan furnitur modern atau karya seni abstrak bukanlah hal yang umum ditemukan pada masanya, namun ia membawa ciri tersebut pada setiap desainnya.

Sebagai seorang perokok aktif, Dicks meninggal di usianya yang ke 69 akibat kanker paru-paru di Britwell Salome, Oxfordshire. Karena passion-nya yang begitu dalam terhadap keindahan bentuk, ia mendesain sendiri peti matinya dan dimakamkan di taman gothic yang berada di pavilionnya dengan nisan berbentuk obelisk. 


Penulis: Agatha Elma Febiyaska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
architecturaldigest.com,
britannica.com,
geni.com,
nytimes.com,
onekingslane.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top