skip to Main Content
Rachel Ashwell, Desainer Gaya Shabby Chic Yang Menginspirasi

Rachel Ashwell, Desainer Gaya Shabby Chic yang Menginspirasi

I have a great appreciation for quality and timelessness. I believe what we bring into our homes is sacred and a privilege to be part of the tapestry of our lives. Things that are loved and hold cherished memories as they are passed on as heirlooms.

Rachel Ashwell

Nama Rachel Ashwell memang sudah tidak asing lagi di dunia desain interior shabby chic. Bahkan menurut Huffington Post, nama Rachel Ashwell telah identik dengan kata ‘Shabby Chic’ selama lebih dari 20 tahun. Desainer kelahiran Inggris ini sudah lebih dari 30 tahun berkiprah sebagai desainer interior, penulis buku, dan wirausahawan di bidang interior. Tentunya, nama besar dan kesuksesan yang ia raih hingga saat ini telah melewati proses yang tidak mudah dan penuh tantangan. 

Awal Mula Karir dan Lahirnya Shabby Chic

Ashwell memulai karirnya di Inggris bukan sebagai desainer interior, tetapi sebagai penata busana dan properti di bidang pemotretan dan proyek iklan televisi. Ashwell kemudian pindah ke Amerika Serikat pada awal 1980-an untuk membuka lembaran baru bersama kedua buah hatinya. Ia kemudian membuka toko pertamanya di Santa Monica, California pada tahun 1989. Toko yang ia beri nama Shabby Chic itu menjual perabot rumah tangga dan ornamen dekorasi bertemakan shabby chic. Tumbuh dan besar di kota London yang dikelilingi dengan banyak pasar loak dan toko barang bekas menjadi inspirasi utama lahirnya Shabby Chic.

Toko Shabby Chic di Santa Monica, California - source: housebeautiful.com
Toko Shabby Chic di Santa Monica, California – source: housebeautiful.com

Saat itu, ia membuka toko pertamanya pada masa dimana belum ada smartphone, komputer, instagram, dan platform e-commerce seperti Amazon dan platform yang dapat membantu jalannya usaha. Bahkan, kata ‘vintage’ dan ‘shabby chic’ serta konsep menggunakan kembali furnitur lama dan usang, belum begitu diterima di dunia desain interior. Namun, dengan anggaran dan pengetahuan yang sangat terbatas, sedikit demi sedikit ia pun mengumpulkan elemen yang diperlukan untuk membuka dan menjalankan toko kecil pertamanya itu. Ashwell mengumpulkan hasil buruannya dari pasar loak seperti sofa dengan pelapis berupa slipcover yang bisa dicuci, taplak meja yang kemudian ia modifikasi dengan memberikan tea stain dan menjemurnya di bawah sinar matahari agar tampak pudar, lampu gantung kuno, dan lainnya. Menyempatkan waktu untuk berburu furnitur dan dekorasi antik di pasar loak masih menjadi aktivitas wajib Ashwell hingga hari ini, karena ia ingin mempertahankan elemen unik dan penuh perasaan dalam karyanya.

In retrospect, my innocence allowed me to be brave while being charming and authentic

Keindahan, kenyamanan, dan fungsi adalah tiga kata kunci yang Rachel jadikan sebagai mantra dalam proses desainnya, agar selalu selaras dengan karakteristik shabby chic. Adik perempuannya yang seorang balerina, yang sangat identik dengan warna lembut dan renda, juga banyak memberikan banyak pengaruh pada karya Rachel. Ashwell juga menganalogikan barang-barang kuno sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang dapat terus dikenang. 

Siapa yang pernah menyangka, toko kecilnya yang hanya berawal dari membawa dan menjual kembali hasil buruannya di pasar loak ke pelanggan kini telah menjual berbagai macam produk hasil desain dan produksinya sendiri. Tidak hanya berupa furnitur dan dekorasi ruangan saja, tetapi juga bedding, pakaian, alat dapur, stationery, tas, aksesoris, dan masih banyak lagi. Tentunya semua produknya bertemakan shabby chic! Nah, jika tertarik, Teman Narasi dapat mengunjungi https://www.shabbychic.com/.

Produknya Sempat Diulas di Acara The Oprah Winfrey Show

Salah satu produk unggulannya saat itu adalah ‘T-shirt Bed Sheets’ yang dirancang untuk membuat tempat tidur senyaman baju berbahan katun. Ashwell kemudian mengirimkannya ke Oprah Winfrey dan mendapatkan tanggapan yang luar biasa. Produknya tersebut ditampilkan di salah satu sesi acara tersebut, yaitu ‘Favorite Things’. Menurut arsip surat kabar The Hartford Courant, Oprah mengatakan, “Since I found T-shirt sheets, sleeping has not been the same for me, nothing has made me feel better”.

T-shirt bedding sheets, produk unggulan Shabby Chic hasil rancangan Ashwell -  source: housebeautiful.com
T-shirt bedding sheets, produk unggulan Shabby Chic hasil rancangan Ashwell –  source: housebeautiful.com

Rachel Ashwell tidak pernah mengira dampaknya akan sebesar ini pada usahanya karena tanpa waktu yang lama, Shabby Chic pun langsung kebanjiran pesanan ‘T-shirt Bed Sheets’ bahkan sampai ia kehabisan stok.

Sempat Bangkrut dan Bangkit Kembali

Kesuksesannya membangun bisnis Shabby Chic tidak berhenti sampai di sini saja, Ashwell pun bermitra dengan investor untuk membuka lebih banyak lagi toko Shabby Chic, dari yang awalnya 5 gerai hingga menjadi 50 gerai. Namun, tak lama setelah itu, tepatnya di tahun 2008, resesi pun melanda. Saat itulah Ashwell berada di posisi terendah dalam karirnya dan terpaksa menutup semua tokonya.

Perjalanan karir Rachel Ashwell dan Shabby Chic - source: housebeautiful.com
Perjalanan karir Rachel Ashwell dan Shabby Chic – source: housebeautiful.com

Pada awal 2009, Ashwell mengajukan kebangkrutan atas perusahaan Shabby Chic. Kemudian, sebuah perusahaan bernama Brand Sense Partners membeli hak atas Shabby Chic. Bertekad untuk tidak kehilangan perusahaannya, Ashwell segera melisensikan hak untuk mengoperasikan toko ritelnya, membuka kembali toko Shabby Chic di Santa Monica akhir tahun yang sama. Setelah melalui proses yang panjang, pada 2013, ia mendapatkan kembali kepemilikan Shabby Chic secara utuh.

Tips Mengaplikasikan Interior Bergaya Shabby Chic ala Rachel Ashwell

I had always loved combining fancy elements with imperfection.

Dilansir dari Country Living, Rachel Ashwell membagikan beberapa hal favoritnya tentang interior shabby chic yang dapat Teman Narasi aplikasikan pada hunian.

1. Gunakan kain bermotif bunga atau linen sebagai pelapis sofa dan bedding.

Salah satu produk bedding Shabby Chic yang bermotif bunga - source: bayhomeandlinens.com
Salah satu produk bedding Shabby Chic yang bermotif bunga – source: bayhomeandlinens.com

2. Pilihlah warna yang netral seperti putih, abu-abu, dan coklat muda.

Kamar tidur bertema shabby chic yang didesain oleh Rachel Ashwell - source: romantichomes.com
Kamar tidur bertema shabby chic yang didesain oleh Rachel Ashwell – source: romantichomes.com

3. Gunakan bunga segar sebagai dekorasi ruangan.

Rumah milik Rachel Ashwell yang dipenuhi dengan bunga segar sebagai dekorasi - source: romantichomes.com
Rumah milik Rachel Ashwell yang dipenuhi dengan bunga segar sebagai dekorasi – source: romantichomes.com

4. Gunakan mantra “Embrace the beauty of imperfection” dengan memanfaatkan furnitur dan ornamen dekorasi jadul.

Meja kayu yang terlihat usang dijadikan sebagai furnitur pada hunian bergaya shabby chic - source: shabbychic.com
Meja kayu yang terlihat usang dijadikan sebagai furnitur pada hunian bergaya shabby chic – source: shabbychic.com

5. Pasang wallpaper pada satu dinding aksen atau di semua sisi.

Salah satu sudut ruangan di hunian milik Rachel Ashwell yang menggunakan wallpaper - source: ecopetit.cat
Salah satu sudut ruangan di hunian milik Rachel Ashwell yang menggunakan wallpaper – source: ecopetit.cat

Kini, perusahaannya yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade ini membuktikan bahwa Ashwell mendirikan perusahaan yang berpondasi kuat dan bertahan melewati ujian waktu. Dari produknya yang sempat difitur di acara The Oprah Winfrey Show hingga mengklaim kembali perusahaannya setelah kebangkrutan di era resesi, Rachel telah melewati titik tertinggi dan terendahnya selama berkarir.

Profesionalisme dan dedikasinya di dunia interior shabby chic selama ini juga terbayar karena ia berkesempatan berkolaborasi dengan merek lokal maupun internasional dan karya-karyanya juga sudah banyak diliput media-media besar seperti juga New York Times, Vogue, InStyle, dan lain-lain. Dari 1999 hingga 2003, Ashwell juga memiliki acara TV berjudul “Shabby Chic, Rachel Ashwell,” di E! dan The Style Network. Sembilan buku yang ia tulis dengan tema shabby chic, mulai dari inspirasi desain interior, mencari furnitur dan dekorasi yang tepat, tips dekorasi ruangan, hingga seni memberikan hadiah, juga laku keras di pasaran.

Buku kesembilan yang ditulis Rachel Ashwell mengenai interior shabby chic - source: shabbychic.com
Buku kesembilan yang ditulis Rachel Ashwell mengenai interior shabby chic – source: shabbychic.com

Satu hal yang pasti, Ashwell akan terus berkomitmen mengembangkan perusahaan Shabby Chic miliknya sehingga dapat memberikan kontribusi untuk dunia desain interior bergaya shabby chic. Tidak hanya itu, Ashwell juga memiliki mimpi agar dapat menginspirasi kaum wanita untuk membangun hunian yang nyaman untuk diri sendiri maupun untuk keluarga kecil mereka.

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
housebeautiful.com,
shabbychic.com,
inc.com,
countryliving.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top