skip to Main Content
Rumah Gaya Alpine Ala Duo Meta Kutin Dan Tomaž Ebenšpanger

Rumah Gaya Alpine ala Duo Meta Kutin dan Tomaž Ebenšpanger

Duo arsitek dari Republik Slovenia, Meta Kutin dan Tomaž Ebenšpanger, berhasil mendesain rumah gaya alpine dengan ukuran tanah hanya 100 meter persegi yang berlokasi di Slovenia’s Triglav National Park. Seperti apakah desain yang mereka buat?

Bangunan yang sebelumnya merupakan bengkel ini, sukses disulap menjadi rumah kecil bergaya minimalis. Dengan menggunakan perpaduan antara elemen kayu, kaca dan semen, Meta dan Tomaž berhasil menciptakan sebuah hunian yang indah dan juga menenangkan khas gaya alpine.

Ruang makan dan dapur dengan desain gaya Alpine yang unik
Ruang makan dan dapur dengan desain gaya Alpine yang unik

Elemen kayu sangat mendominasi kusen pintu dan juga jendela yang ada pada rumah ini. Dengan desain jendela yang besar dan dapat dibuka dengan lebar, Teman Narasi dapat menikmati pemandangan sekitar rumah dengan baik. Ditambah posisi rumah yang berlokasi di lereng bukit, yang berhasil menangkap pemandangan pedesaan yang sejuk.

“Rumah ini dibangun menggunakan bahan bangunan jenis baru, namun tetap menunjukkan gaya tradisional pedesaan karena rumah ini akan dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat asli di daerah sini,” ujar Meta dan Tomaž saat ditanya mengenai program pembangunan rumah yang mereka beri nama Living in Alpine Village ini. Meta dan Tomaž juga membuat bangunan berbentuk kotak sederhana sehingga mirip dengan rumah-rumah di sekitarnya.

Ide desain interior kamar yang unik dengan gaya Alpine
Ide desain interior kamar yang unik dengan gaya Alpine

“Kami memberikan perhatian lebih pada bentuk atap yang lancip khas pedesaan,” tambah mereka. “Hal ini dikarenakan kami ingin mengikuti gaya hidup pedesaan.” 

Struktur bangunan dan furnitur rumah ini terbuat dari kayu larch asli yang kemudian diberi minyak atau lilin, tergantung pada fungsi dan penggunaannya. Sedangkan pondasi rumah ini dibuat dengan menggunakan material batu lokal. Lalu untuk interiornya, Meta dan Tomaž memilih menggunakan dinding putih, elemen kayu, dan juga semen. Tak perlu menghadirkan banyak furnitur ke dalam rumah, karena konsep rumah ini menggunakan konsep ruang gerak terbuka. Menarik kan, Teman Narasi?

Penulis: Wisesa Wirayuda
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
www.dezeen.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top