skip to Main Content
Sosok-sosok Inspiratif Di Balik Desain Bergaya Victorian

Sosok-sosok Inspiratif di Balik Desain Bergaya Victorian

Arsitektur dan desain interior bergaya Victoria bisa dibilang sebagai salah satu konsep desain bangunan dan interior tertua, yang masih sering digunakan di masa sekarang. Muncul sekitar pertengahan abad ke-19, Victorian Style mempunyai ciri khas klasik yang banyak dipengaruhi oleh bangunan yang ada di zaman kerajaan Inggris. Kesan mewah, megah, dan berkelas yang dihadirkan oleh gaya ini menjadi alasan utama mengapa gaya Victorian masih menjadi primadona.

Namun, apakah Teman Narasi pernah mendengar tentang sosok-sosok legendaris di balik arsitektur dan interior bergaya Victorian ini? Berikut 4 arsitek sekaligus desainer interior bergaya Victorian yang inspiratif dan terkenal di masanya.

1. Elsie de Wolfe

Elsie de Wolf - source: galchitects.com
Elsie de Wolf – source: galchitects.com

De Wolfe atau yang juga dikenal dengan nama Lady Mendl adalah seorang aktris sekaligus dekorator interior kelahiran New York City, Amerika Serikat. Dikenal dan dihormati sebagai dekorator pertama Amerika, ia memperkenalkan banyak inovasi dari gaya interior Victorian yang terkesan berat, dengan pencahayaan gelap dan ‘ramai’ dengan ornamen, sehingga menghadirkan kesan yang lebih ringan, terang, dan minimalis, sehingga ia dinilai sebagai salah satu desain interior yang unik pada masa itu. Ia mampu bermain dengan warna-warna segar, memanfaatkan fitur cermin berbingkai ukiran berwarna emas untuk memperluas sebuah ruangan, serta menggunakan wallpaper dan pelapis furnitur bermotif teralis dan animal print. Selain itu, ciri khas lainnya yang dikenal dari seorang Elsie de Wolfe adalah kegemarannya menghadirkan furnitur khas Perancis saat mendekor sebuah ruangan.

The Colony Club, New York karya Elsie de Wolfe – source: pinterest.com

The Colony Club yang berlokasi di New York adalah salah satu karyanya yang populer. Ruangan yang paling menonjol dalam bangunan itu adalah ruang teh yang dirancang seperti paviliun taman dengan menggunakan warna-warna lembut dengan menghadirkan air mancur sebagai tambahan dekorasi. Ide kreatif de Wolfe ini kemudian menjadi trendsetter dalam membawa dekorasi area outdoor ke dalam ruangan.

“I opened the doors and windows of America, and let the air and sunshine in”

Elsie de Wolfe

Selain The Colony Club, De Wolfe juga dikenal dengan karya-karyanya dalam mendesain dan mendekorasi hunian para konglomerat dan tokoh-tokoh besar, salah satunya adalah Oscar Wilde. Walaupun sudah lebih dari setengah abad lalu sejak de Wolfe tiada, ia  tetap menjadi ikon legendaris hingga hari ini. 

2. Alfred Waterhouse

Alfred Waterhouse - source: blogs.reading.ac.uk
Alfred Waterhouse – source: blogs.reading.ac.uk

Waterhouse adalah seorang arsitek asal Inggris yang memadukan gaya Victorian dengan gaya arsitektur Gothic. Secara finansial, Waterhouse memegang predikat sebagai arsitek paling sukses dari semua arsitek bergaya Victorian yang pernah ada. Waterhouse sukses merancang beberapa bangunan termahal dan termegah di era Victorian tahun 1800-an, dan empat di antaranya adalah Manchester Town Hall, Eaton Hall, Victorian Building (University of Liverpool), dan Natural History Museum. Karir profesionalnya tersebut kemudian menarik minat banyak klien-klien pribadi yang sangat loyal dan memakai jasanya terus-menerus selama beberapa dekade. 

Natural History Museum karya Alfred Waterhouse - source: nhm.ac.uk
Natural History Museum karya Alfred Waterhouse – source: nhm.ac.uk

Waterhouse dikenal karena penggunaan terakota, yang merupakan keramik glasir dari tanah liat yang memiliki badan berpori berwarna coklat dengan sedikit oranye, sebagai hiasan permukaan pada salah satu konstruksi bangunannya, yaitu Natural History Museum. Ia juga memanfaatkan batu bata saat mengerjakan proyek Victorian Building (University of Liverpool). Hasil-hasil karyanya yang masih berdiri sampai sekarang, salah satunya adalah Manchester Town Hall, terbukti tidak lekang oleh waktu. Lokasi tersebut masih sangat populer digunakan untuk acara pernikahan, konferensi, dan bahkan lokasi syuting film papan atas, Sherlock Holmes. 

Manchester Town Hall karya Alfred Waterhouse - source: zh.wikipedia.org
Manchester Town Hall karya Alfred Waterhouse – source: zh.wikipedia.org

3. Sir Charles Barry

Sir Charles Barry - source: thisisclapham.co.uk
Sir Charles Barry – source: thisisclapham.co.uk

Masih dari Inggris, Sir Charles Barry adalah salah satu arsitek bergaya Victorian yang tersohor baik pada zamannya hingga saat ini. Beliau dikenal karena perannya membangun kembali Istana Westminster yang juga berfungsi sebagai Gedung Parlemen Inggris di London yang sempat hancur karena terbakar selama pertengahan abad ke-19. Istana ini kemudian direkonstruksi ulang dengan gaya arsitektur Victorian dengan sentuhan Gotik. Kemudian, pada tahun 1970, Istana Westminster ditetapkan sebagai bangunan terdaftar tingkat I, dan pada tahun 1987 bangunan tersebut juga mendapatkan predikat Situs Warisan Dunia UNESCO. Di samping karya spektakulernya itu, Sir Charles Barry juga dikenal karena keahliannya mengubah desain rumah-rumah besar di pedesaan yang memiliki kebun yang luas,  serta banyak bangunan bersejarah lainnya di Inggris.

Westminster Palace, salah satu karya terkenal Sir Charles Barry - source: archdaily.com
Westminster Palace, salah satu karya terkenal Sir Charles Barry – source: archdaily.com

4. Matthew Kavanaugh

Nama Matthew Kavanaugh menjadi populer di dunia arsitektur saat ia merancang bangunan yang dikenal dengan nama Postcard Row atau Painted Ladies pada tahun 1892 hingga 1896. Hasil karyanya yang berlokasi di Hayes and Steiner Street, San Francisco tersebut disebut dengan istilah Postcard Row karena mengacu pada barisan rumah bergaya Victorian berwarna-warni. Namun, pada tahun 1906, lebih dari 40.000 rumah bergaya Victorian di daerah tersebut hancur karena bencana gempa, namun Postcard Row merupakan salah satu yang masih bertahan hingga saat ini.

Painted Ladies karya Matthew Kavanaugh - source: nanawall.com
Painted Ladies karya Matthew Kavanaugh – source: nanawall.com

Barisan rumah-rumah yang juga sering disebut dengan julukan Seven Sisters ini, sampai sekarang masih menjadi lokasi yang wajib dikunjungi saat bepergian ke San Francisco untuk foto-foto.

Setelah mengenal lebih dekat sosok-sosok arsitek dan desainer interior di atas, apakah Teman Narasi terinspirasi untuk mengaplikasikan interior bertema Victorian untuk hunian? Jika ya, semoga karya-karya kreatif yang datang dari para desainer di atas dapat mendatangkan ide kreatif bagi Teman Narasi, ya! Selamat berkreasi dan happy living!

Penulis: Kezia Mariska
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber:
historylists.org,
stylist.co.uk,
curbed.com,
anothermag.com,
nanawall.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top