skip to Main Content
Ternyata Fast Furniture Berdampak Buruk Bagi Lingkungan

Ternyata Fast Furniture Berdampak Buruk Bagi Lingkungan

Fast furniture adalah furnitur yang diproduksi secara massal. Umumnya, furnitur tersebut memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas yang kurang baik sehingga cenderung cepat rusak. Alasan orang memilih menggunakan fast furniture ini pun beragam, namun pada dasarnya fast furnitur dianggap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang super sibuk seperti sekarang ini.

Lalu mengapa disebut fast furniture? Furnitur yang diproduksi secara massal di pabrik bisa menghasilkan furnitur dalam jumlah banyak, dalam waktu yang cenderung sebentar. Seperti Ikea misalnya, mereka mampu memproduksi 15 lemari buku kecil dalam waktu satu menit. Cepat sekali bukan? Terutama bila dibandingkan dengan furnitur buatan tangan atau custom yang membutuhkan waktu lama untuk membuat sebuah lemari buku saja.

Namun tunggu dulu, di balik praktisnya fast furniture ini, ternyata ada beberapa kekurangan yang Teman Narasi harus perhatikan. Yuk kita simak bersama-sama! 

1. Tidak tahan lama

Kebanyakan fast furniture biasanya menggunakan serbuk kayu sebagai bahan dasarnya. Serbuk kayu ini dikompres sedemikian rupa sehingga menjadi material yang padat. Praktis dan murah memang, namun jika furnitur berbahan kayu ini rusak, seperti terkena air misalnya, maka akan sulit bagi kita untuk memperbaikinya kembali.

Penggunaan material yang murah untuk menekan biaya produksi pada fast furniture berakibat pada umur pakai yang singkat
Penggunaan material yang murah untuk menekan biaya produksi pada fast furniture berakibat pada umur pakai yang singkat

2. Terkesan murahan

Harga furnitur pabrikan memang cenderung sangat terjangkau, namun jangan cepat tergiur dengan harga murah. Jika furnitur ini cepat rusak, tentunya justru akan menjadi pemborosan di kemudian hari. Jika Teman Narasi harus mengganti fast furnitur ini setiap lima tahun sekali, mungkin ada baiknya Teman Narasi menginvestasikan uang dan waktu Teman Narasi dengan menggunakan furnitur custom yang lebih awet dan tahan lama.

3. Merusak lingkungan

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh fast furniture adalah banyaknya penumpukan sampah dikarenakan umur pemakaiannya yang tidak lama. Sebuah artikel menyebutkan, setiap rumah di Sydney, Australia, mengeluarkan limbah kayu sebanyak rata-rata 24 kilogram setiap tahunnya dan angka ini terus naik di tahun berikutnya. 

Fast furniture merusak lingkungan karena umur pakainya yang tidak lama
Fast furniture merusak lingkungan karena umur pakainya yang tidak lama

4. Bahan baku yang beracun (toxic)

Selain serbuk kayu, fast furniture juga diproduksi menggunakan material senyawa organik berlebihan yang mudah menguap, dari proses pembuatan dan penyelesaiannya yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Selain itu, ada juga penggunaan pelapis busa uretan yang mudah terbakar dan banyaknya penggunaan bahan plastik.

5. Tidak memiliki nilai estetika

Furnitur yang dibuat di pabrik tentunya memiliki motif dan pola yang sama satu sama lain, sehingga furniturnya tidak memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri seperti furnitur custom. Jika Teman Narasi ingin menerapkan desain interior pada hunian, tentunya furnitur parikan atau fast furniture tidak terlalu disarankan, karena kurang bisa diandalkan. 

Nah, untuk memiliki furnitur custom yang unik dan pastinya berbeda dari yang lain, jangan lupa untuk menghubungi tim Narasi Design melalui kontak yang tersedia, ya!

Penulis: Wisesa Wirayuda
Editor: Renya Nuringtyas
Sumber :
medium.com
treehugger.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top